570 Siswa Ikuti Festival Kebudayaan Jepang di UBH Berita Terbaru
Jumat, 09 Mei 2008
Universitas Bung Hatta

570 Siswa Ikuti Festival Kebudayaan Jepang di UBH

Sebanyak 570 orang siswa dan mahasiswa se-Sumatera mengikuti berbagai jenis lomba dalam aFestival Kebudayaan Jepang (Nihon No Bunkasai) VIII, yang diselenggarakan Hima Jurusan Sastra Asia Timur Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta (UBH) dari 8 - 10 Mei 2008 di aula gedung B kampus UBH. Kegiatan ini selain dimaksudkan dalam rangka dies natalis ke-27 UBH juga dalam upaya menumbuhkan minat dan bakat serta keterampilan masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, terhadap bahasa dan kebudayaan Jepang. Wakil Rektor I UBH Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, MS ketika membuka festival ini Kamis (8/5) mengemukakan, banyak hal dari kebudayaan Jepang yang telah maju itu, patut kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita mengenal orang Jepang sangat disiplin dan memiliki etos keja yang tinggi sebagai cerminan dari kebudayaan bangsanya. aHendaknya melalui festival ini bisa mengubah perilaku kita sesuai dengan kebudayaan orang Jepang itu, antara lain disiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi pula,a tegasnya. Sedangkan Konsulat Jenderal Jepang di Medan Minoru Shirota mengharapkan, lewat festival ini hendaknya hubungan baik yang telah terbina selama ini antara Jepang dengan Indonesia, khususnya UBH ke depan semakin meningkat. Sementara itu, Ketua Jurusan Sastra Asia Timur (SAT) Syahrial, SS., M.Hum menyatakan, kegiatan festival ini sudah menjadi agenda tahunan Jurusan SAT a" UBH, yang didukung antara lain oleh Japan Foundation, Konsulat Jenderal Jepang di Medan, dan Minang Kikin. aKhusus untuk festival kali ini digelar sebanyak 13 jenis lomba yang diikuti 570 orang peserta dari tingkat SMU/sederajat dan tingkat perguruan tinggi, baik yang ada di provinsi Sumbar maupun di luar Sumbar,a jelas Syahrial. Kegiatan lomba itu, kata Syahrial lagi, meliputi; Rodoku Contest (membaca cerita), Japanese Singing Contest (menyanyi), Japanese Quis Contest (cerdas cermat), Kana (huruf kana), Kanji (huruf kanji), Origami (seni melipat kertas), Shuuji (seni Kaligrafi Jepang), Japanese Anime (anime Jepang), Japanese Movie (film Jepang), Speech Contest (pidato), dan Haiku (puisi Jepang). Pada pembukaan kemaren juga diserahkan penghargaan kepada 3 orang guru yaitu, Syofyan S.Pd (Guru Bahasa Jepang SMUN 2 Bukittinggi), Nursyahril, S.Pd (Guru Bahasa Jepang MAN 2 Padang), dan Yanti Nalia, S.Hum (Guru Bahasa Jepang SMKN 1 Solok). Penghargaan itu diberikan karena mereka dinilai berjasa dalam pengembangan bahasa dan budaya Jepang selama ini (Relis).