Lewati ke konten utama
Alumni SP2K Universitas Bung Hatta Tembus Studi Doktoral Biodiversitas Kelautan di Eropa Alumni
Minggu, 20 September 2026
Ubay

Bagikan:

Alumni SP2K Universitas Bung Hatta Tembus Studi Doktoral Biodiversitas Kelautan di Eropa

Alumni Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K), Program Pascasarjana, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Bung Hatta, Donovan Simanungkalit, S.Pi., M.Sc., melanjutkan studi doktoral bidang biodiversitas kelautan di Eropa melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

Donovan lolos seleksi LPDP Batch 2 Tahun 2025, untuk melanjutkan studi di Graduate School Life Science Munich, Ludwig Maximilians Universität München, Jerman, serta Faculty of Science and Engineering, Groningen Institute for Evolutionary Life Sciences (GELIFES), University of Groningen, Belanda.

Putra asli Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, tersebut sebelumnya menyelesaikan pendidikan S1 Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya di IPB University, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Prodi SP2K Universitas Bung Hatta.

Selama menempuh pendidikan magister, Donovan mendapat bimbingan dari Dr. Harfiandri Damanhuri, M.Sc., dosen Prodi SP2K FPIK Universitas Bung Hatta, serta Prof. Madya Uzair Rusli, Ph.D., dari Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia. Penelitiannya juga didukung BPSPL Padang, KKP RI, dan Turtle Foundation.

Dr. Harfiandri Damanhuri, M.Sc., mengatakan pada studi doktoralnya, Donovan akan mengembangkan riset genetika evolusi penyu belimbing (Dermochelys coriacea) di Kepulauan Mentawai dengan mengintegrasikan DNA mitokondria dan DNA inti, teknologi Next-Generation Sequencing (NGS), data satelit, serta pemodelan oseanografi.

“Beberapa waktu lalu kami bersilaturahmi di Jakarta dan membawa Donovan untuk berdiskusi dengan Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat jejaring riset konservasi, khususnya yang berkaitan dengan penyu belimbing di Kepulauan Mentawai,” ujar Harfiandri.

Riset tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai biodiversitas, genetika populasi, dan dinamika penyu belimbing sebagai salah satu spesies penting dalam ekosistem laut. Kajian berbasis teknologi dan data lintas disiplin ini juga membuka peluang pengembangan riset konservasi kelautan yang lebih komprehensif.

Studi tersebut sejalan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 14 tentang Ekosistem Laut, dan SDGs 17 tentang Kemitraan. Capaian ini turut memperkuat peran Pascasarjana FPIK Universitas Bung Hatta dalam menyiapkan sumber daya manusia dan mendorong riset kelautan berjejaring nasional maupun internasional.