Universitas
Universitas Bung Hatta Dibekali Mahasiswa Baru dengan Nilai Kebangsaan dan Karakter
Universitas Bung Hatta membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, integritas, karakter, dan tanggung jawab melalui pemaparan bertajuk “Cerita Indonesia Berikutnya” dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bung Hatta Tahun 2026.
Materi tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Nasfryzal Carlo, BE., M.Sc., CSP., IPU., APEC Eng., di Kampus Proklamator Universitas Bung Hatta pada 10 September 2026.
Nasfryzal Carlo yang merupakan Ketua DPD IKAL Lemhannas Sumatera Barat, Koordinator Wilayah Sumatera DPP Lemhannas RI, sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, mengajak mahasiswa baru melihat masa perkuliahan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik. Pendidikan tinggi harus membentuk ilmu, karakter, dan karya yang memberikan dampak bagi masyarakat dan Indonesia.
Ia menekankan mahasiswa perlu mulai memikirkan bukan hanya “berapa IPK saya”, tetapi juga “orang seperti apa saya setelah lulus”. Kuliah, menurut materi yang disampaikan, merupakan ruang untuk mengembangkan ilmu, mengenali diri, membangun karakter, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kepada mahasiswa baru Universitas Bung Hatta, Nasfryzal juga mengingatkan nama Bung Hatta yang melekat pada institusi merupakan sebuah amanah. Nilai-nilai yang dapat diteladani dari Bung Hatta antara lain ilmu, integritas, demokrasi, kesederhanaan, dan pengabdian.
"Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi diwujudkan dalam sikap dan perilaku mahasiswa sehari-hari," ungkapnya.
Nasfryzal Carlo juga mengajak mahasiswa memahami empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.
"Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, kebiasaan, dan karakter, termasuk menghargai perbedaan, tidak diskriminatif, bermusyawarah, serta menggunakan ilmu untuk kemaslahatan," imbuhnya.
Dalam konteks kehidupan mahasiswa di era digital, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab. Setiap ucapan, informasi, dan tindakan memiliki konsekuensi, termasuk aktivitas mahasiswa di ruang digital. Apa yang diunggah, dibagikan, dan dikomentari menjadi bagian dari praktik kewarganegaraan di era teknologi.
Konsep bela negara yang disampaikan juga diperluas dari pemahaman konvensional. Bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui kejujuran akademik, kompetensi keilmuan, kecerdasan bermedia, menjaga persatuan, kepedulian kepada masyarakat, dan menghasilkan karya. Pesan tersebut menegaskan bahwa membela Indonesia dapat dimulai dari membela kebenaran serta menghasilkan kontribusi nyata melalui ilmu dan karya.
Nasfryzal juga mengajak mahasiswa menjadi generasi yang adaptif menghadapi perkembangan teknologi, termasuk era kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan integritas dan nilai kemanusiaan. Prinsip yang ditekankan adalah teknologi harus digunakan untuk manusia, bukan sebaliknya. Karena itu, kemampuan beradaptasi perlu berjalan bersama kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang menjadi karakter mahasiswa Universitas Bung Hatta.
Sebagai penutup, mahasiswa diajak membangun “Cerita Indonesia Berikutnya” melalui rangkaian nilai, karakter, kompetensi, tanggung jawab, karya, dan dampak. Nasfryzal mengajak mahasiswa menjawab secara pribadi tiga pertanyaan penting: ingin menjadi siapa, nilai apa yang tidak boleh hilang, dan apa yang akan diberikan kepada Indonesia. Pesan tersebut dirangkum dalam tiga orientasi utama, yaitu unggul dalam ilmu, adaptif menghadapi zaman, dan berdampak bagi Indonesia, dengan fondasi “Jujur, Santun, Hemat”.
Materi tersebut kemudian diperkuat melalui tujuh komitmen mahasiswa Universitas Bung Hatta, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, menghormati perbedaan, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menjaga nama baik Universitas Bung Hatta, menjadikan ilmu sebagai alat untuk memberi manfaat, serta membela Indonesia melalui karya.
Pemaparan “Cerita Indonesia Berikutnya” dalam PKKMB Universitas Bung Hatta 2026 diharapkan menjadi bagian dari pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta orientasi kontribusi.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan bahwa generasi sebelumnya telah menulis cerita Indonesia dan generasi mahasiswa saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cerita tersebut melalui ilmu, nilai, dan karya.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter dan kompetensi mahasiswa, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penanaman nilai integritas, tanggung jawab, toleransi, dan kewarganegaraan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui dorongan kepada mahasiswa untuk berkontribusi dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat dan Indonesia.