BEM Univ. Bung Hatta Pantau Pilkada Sumbar Berita Terbaru
Kamis, 23 Juni 2005
Universitas Bung Hatta

BEM Univ. Bung Hatta Pantau Pilkada Sumbar

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Hatta (UBH) berpartisipasi aktif pada pilkada langsung kali pertama di Sumatera Barat, yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. ''Kami akan menurunkan tim pemantau secara swadaya,'' kata Pembantu Rektor III Universitas Bung Hatta, Ir.M. Nursyaifi Julius, Rabu(22/6) kemarin di ruang kerjanya. Nursyaifi menuturkan, tim pemantau yang akan diturunkan berasal dari mahasiswa Universitas Bung Hatta berdasarkan kampung halamannya masing-masing. Tujuannya untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pilkada langsung serta mewujudkan pelaksanaan yang sehat, jujur, adil, bersih, dan berwibawa. ''Pemantauan dan pengawasan akan dilakukan oleh tim sejak proses pemungutan suara di TPS-TPS sampai penghitungan suara,'' ujarnya. Mahasiswa yang menjadi tim pemantau, tuturnya, saat ini sedangkan di inventarisir dan memanfaatkan tenaga mahasiswa itu sendiri yang akan menggunakan hak pilihnya di kampung halaman masing-masing, dan nantinya akan dikoordinasikan ke KPUD atau Panwas Kota/kabupaten untuk mendapatkan legalitas. Sementara itu, Ketua BEM Universitas Bung Hatta, Mabruri Tanjung ketika ditanya seputar pelaksanaan pilkada mengatakan, “Sosialisasi pelaksanaan pilkada maupun pengawasan dari Panwas sangat kurang, sehingga dirasakan masyarakat masih agak bingung tanggal 27 Juni nanti”. tuturnya Tanjung juga mengatakan, BEM Universitas Bung Hatta netral terhadap semua pasangan calon pemimpin di daerah ini dan mengharapkan Cagub/Wagup maupun Cabup dan Wabup terpilih untuk periode 2005-2010 mendatang memprioritaskan program meningkatkan kualitas pendidikan serta pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dan mendambakan sosok pemimpin yang mempunyai kriteria antara lain sebagai seorang yang nasionalis, religius, berwawasan nasional, dan memahami aspirasi daerahnya, berjiwa jujur, adil, bebas KKN, bertindak tegas memberantas KKN, serta memahami potensi Kota dan Kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Kriteria lain adalah konsekuen, tidak hanya sekadar janji tetapi harus membuktikannya, mau membuka akses kepada masyarakat luas dalam menyampaikan aspirasinya, serta menaruh perhatian dan memajukan pendidikan di Sumatera Barat. Dan berharap dalam lima tahun ke depan ada peningkatan sarana dan prasarana umum, demikian Tanjung mengakhiri.