Dosen FPIK Universitas Bung Hatta Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Bersama LPK Pekanbaru dan BPRL Padang Fakultas
Selasa, 02 Juni 2026
Ubay

Dosen FPIK Universitas Bung Hatta Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Bersama LPK Pekanbaru dan BPRL Padang

Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Loka Pengelolaan Kelautan dan Perikanan (LPK) Pekanbaru serta Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Padang yang dilaksanakan di Kantor LPK Pekanbaru, Bungus, pada 30 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kerja sama yang selama ini telah terjalin baik antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian terapan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir dan kelautan.

Menurut Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc. ketiga pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari praktik lapangan mahasiswa, program magang, penelitian terapan, hingga pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun institusi yang terlibat. Hasil penelitian dan kegiatan PKM diharapkan tidak hanya berhenti pada laporan akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara langsung dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di lapangan," ungkapnya.

Bagi mahasiswa, kerja sama ini memberikan manfaat berupa pengalaman praktis, penguatan jejaring profesional, akses terhadap data lapangan, hingga peluang pengembangan karier dan dunia kerja. Sementara itu, bagi pemerintah dan instansi teknis, hasil penelitian dan rekomendasi akademik dari perguruan tinggi dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Ditambahkannya Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc., salah satu isu strategis yang menjadi perhatian bersama adalah pengembangan potensi bahari pada kawasan konservasi dan kawasan lindung agar dapat berkembang menjadi daya tarik ekowisata bahari yang berkelanjutan.

"Pengembangan wisata berbasis konservasi diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perlindungan ekosistem laut dan biota target konservasi, seperti penyu, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal," imbuhnya.

Selain itu, pengembangan sektor ekowisata bahari juga dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan daerah maupun negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kelautan dan perikanan.

Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc. mengatakan FPIK Universitas Bung Hatta m memiliki sumber daya manusia yang sangat potensial untuk mendukung pembangunan sektor kelautan.

"Para akademisi dan peneliti dinilai memiliki kapasitas sebagai tenaga ahli di bidangnya masing-masing, serta memiliki berbagai hasil penelitian yang dapat diterapkan di masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan melalui berbagai penyesuaian dan inovasi," tutupnya.