Dosen Masih Enggan Melakukan Penelitian Berita Terbaru
Senin, 09 Januari 2006
Universitas Bung Hatta

Dosen Masih Enggan Melakukan Penelitian

Porsi mengajar dengan penelitian yang dilakukan seorang dosen harus seimbang. Perkembangan universitas, di samping kegiatan proses belajar mengajar, juga mesti diimbangi penelitian dosen. Hasil penelitian yang bagus merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kebanggaan institusi. Hal ini diungkapkan Rektor UBH Prof. Dr. Yunazar Manjang dalam pembukaan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) “Metodologi Penelitian dan Hasil Penelitian Mutakhir Bidang Linguistik”, di Aula Gedung B, Sabtu (7/1). “Dengan adanya Semiloka ini kita berharap akan dapat saling berbagi informasi untuk mengkaji aspek budaya dan bahasa lebih lanjut, dan orientasi kita benar-benar kepada pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang diperkaya dnegan temuan-temuan dilapangan,” katanya. Acara dihadiri 150 peserta terdiri dari mahasiswa UBH, Unand, UNP, IAIN, balai bahasa, dan dosen serta hadir sebagai pembicara dua pakar bahasa Dr. David Gil dan Dr. Uri Tadmor dari Max Planck Institute Jerman. Kehadiran kedua pakar bahasa itu bisa hendaknya bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan bahasa yang terjadi. David Gil mengatakan suatu penelitian terdiri dari berbagai macam tahapan, seperti tahap pengumpulan data. Dalam tahap ini menurutnya peneliti harus mempersiapkan alat-alat guna menunjang penelitinnya seperti rekaman dan alat-alat tulis. “Penelitian tentang adat, bahasa, budaya, status ekonomi dan status sosial suatu masyarakat menuntut peneliti harus berinteraksi dengan masyarakat tersebut dan tidak bisa diambil hasil dalam waktu cepat,” katanya. Sementara itu Dekan FIB UBH H. Yusrita Yanti, SS, M.Hum menyebutkan, tidak mungkin seorang dosen bisa melakukan pengabdian ke masyarakat sementara dia tidak melakukan penelitian terhadap aspek-aspek budaya dan bahasa yang berkembang di sekitarnya. “Kenapa dosen enggan melakukan penelitian, padahal dana yang dianggarkan pemerintah cukup banyak,” tukasnya. (sumber :nen-padangekspres.com)