Lewati ke konten utama
Dosen Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Geopark Berkelanjutan Pascabencana di Harau Fakultas
Selasa, 18 Agustus 2026
Ubay

Bagikan:

Dosen Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Geopark Berkelanjutan Pascabencana di Harau

Dosen Universitas Bung Hatta melaksanakan penelitian mengenai pengembangan model pengelolaan Geopark Harau Payakumbuh–Lima Puluh Kota yang berkelanjutan dan adaptif pascabencana yang ini diarahkan untuk menghasilkan strategi pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Penelitian yang berjudul Pengembangan Model Geopark Berkelanjutan Pascabencana: Strategi Inovatif Membangun Kawasan Wisata yang Berdampak bagi Masyarakat Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini diketuai Reni Yuliviona, S.E., M.M., Ph.D., dengan anggota Elfitra Azliyanti, S.E., M.Sc.; Dr. Al Busyra Fuadi, S.T., M.Sc.; dan Dr. Eng. Yulcherlina, S.T., M.T. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa Mayonda Putra Leta dan Diva Anggia Putri.

Pendanaan penelitian berasal dari Universitas Bung Hatta melalui Direktorat Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kemitraan dalam Skema Percepatan Guru Besar berdasarkan Kontrak Nomor 047/RIPKA-DRI/UBH/V/2026.

Reni Yuliviona, S.E., M.M., Ph.D menyampaikan penelitian bertujuan merancang model, strategi pemasaran, kebijakan, serta studi kelayakan kawasan geowisata untuk mendukung pengembangan Geopark Harau secara berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan pemulihan kawasan pascabencana.

"Lembah Harau memiliki nilai penting sebagai kawasan wisata sekaligus warisan geologi. Bentang alam berupa tebing curam, lembah, air terjun, dan berbagai formasi batuan terbentuk melalui proses geologi dan geomorfologi yang berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Keunikan tersebut menjadikan kawasan Harau memiliki nilai konservasi, edukasi, pariwisata, dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," imbuhnya.

Hasil penelitian menunjukkan pengembangan pariwisata pascabencana perlu dilakukan secara terpadu. "Strategi pemasaran yang hanya berorientasi pada peningkatan promosi dan jumlah wisatawan, tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan serta kesiapan infrastruktur, berisiko menciptakan pertumbuhan kunjungan yang tidak berkelanjutan," ungkapnya.

Tim peneliti menggunakan pendekatan systems thinking dan system dynamics untuk melihat keterkaitan antara citra destinasi, kepercayaan wisatawan, pemulihan infrastruktur, dan jumlah kunjungan.

"Melalui simulasi berbagai skenario, pendekatan tersebut dapat membantu pengambil kebijakan menentukan strategi pemulihan secara bertahap sekaligus mengurangi risiko tekanan terhadap lingkungan dan infrastruktur," tambahnya.

Pengembangan Geopark Harau perlu memperhatikan konservasi warisan geologi, keselamatan wisatawan, pemulihan infrastruktur, daya dukung lingkungan, pengendalian jumlah kunjungan, serta keterlibatan masyarakat lokal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan destinasi yang tangguh, adaptif, inovatif, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial secara berkelanjutan.

Penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian tiga Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui melalui pengembangan kawasan wisata yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.