'Festival Musim Gugur' atau Aki Matsuri, di kampus UBH Berita Terbaru
Rabu, 21 September 2005
Universitas Bung Hatta

'Festival Musim Gugur' atau Aki Matsuri, di kampus UBH

Jurusan Sastra Asia Timur Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Jepang Medan serta didukung Persada Jembatan Emas Indonesia Jepang dan Minang Kikin mulai Rabu (21/9/2005) hingga Sabtu (24/9/2005) mendatang menggelar festival kebudayaan Jepang yang disebut 'Festival Musim Gugur' atau Aki Matsuri, di kampus Universitas Bung Hatta Jl. Sumatra Ulak Karang Padang. Kegiatan yang akan digelar dalam festival Aki Matsuri tersebut meliputi, demonstrasi pertandingan Sumo yang diikuti mahasiswa dan siswa SMU/SMK, pesta kue Mochi (Mochi Tsuki), memakai Yukata (Yukata Kichaku), pemutaran film Jepang (Nihon non Eiga), Cerdas Cermat Kejepangan (Nihojijo no Kuizu), pameran pendidikan (Nihon no kyouiku tenrankai), seminar sehari, karaoke eksekutif & lagu pop Jepang, perlombaan dan perlombaan drama pendek. Rektor Universitas Bung Hatta yang diwakili Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Yusrita Yanti, S.S. M.Hum ketika membuka penyelenggaraan festival kebudayaan Jepang itu mengatakan, melalui festival Aki Matsuri ini diharapkan mahasiswa dan masyarakat akan mengenal budaya Jepang lebih dekat sekaligus meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, sehingga akan melahirkan sinergitas yang saling menguntungkan kedua belah pihak. "Banyak yang bisa kita petik dari kegiatan ini, setidaknya kita bisa mengenal lebih dekat adat budaya orang Jepang, yang berdisiplin tinggi, etos kerja dan sopan santun, yang saat ini mulai berkurang di masyarakat kita," sebut ketua jurusan sastra Asia Timur Universitas Bung Hatta Anwar Nasihin, sambil menyebut tujuan penyelenggaraan festival kebudayaan ini untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang terhadap pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sumbar. Sementara konsulat Jenderal Jepang Hiroharu Hashi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Jepang akan selalu berupaya menciptakan nuansa persahabatan yang telah terjalin erat sejak puluah tahun silam, tetapi tetap menjaga keserasian dan kelestariannya. "Membina persahabatan lebih mudah dibanding menjaga persahabatan itu sendiri," sebut Hiroharu. Disisi lain ia mengajak, mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa Universitas Bung Hatta untuk ikut berlomba memperebutkan bea siswa yang disediakan pemerintah Jepang, karena untuk ikut merebut kesempatan bea siswa tersebut tidak ada syarat yang berat, yang penting mahasiswa itu pintar dan terampil. Usai pembukaan, Rektor yang diwakili Dekan FIB didampingi ketua jurusan Sastra Asia Timur, Konsulat Jenderal Jepang dan Ketua Persada Sumbar dan sejumlah undangan lainnya, diajak menyaksikan demonstrasi pertandingan Sumo yang diikuti 8 orang mahasiswa, serta menikmati lezatnya kue ala Jepang (Mochi Tsuki). "Bagi para peserta yang berprestasi dalam Festival Musim Gugur yang bertajuk "MelaluiFestival Musim Gugur, kita tingkatkan Minat dan motivasi masyarakat Sumbar terhadap pemahaman budaya Jepang menuju kemitraanglobal Indonesia- Jepang," akan memperoleh hadiah berupa piala tetap, uang tunai serta hadiah hiburan yang disediakan, konsulat jenderal Jepang, Universitas Bung Hatta, sponsor dan alumni Universitas Bung Hatta," jelas Anwar Nasihin. ***