Fakultas
FPIK Universitas Bung Hatta Dorong Ibu-Ibu PKK Taeh Bukik Olah Ubi Kayu Bernilai Ekonomi
Tim Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta bersama mahasiswa KKN-PPM (T) Universitas Bung Hatta Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mendorong Pengelola PKK Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengembangkan ubi kayu menjadi produk pangan bernilai ekonomi.
Tim PKM yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si., Ir. Yempita Efendi, MS., dan Sindy Gemaeka Putri, S.Pi., M.Si.,
Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si menyampaikan Nagari Taeh Bukik memiliki potensi kebun ubi kayu sekitar 250 hektare. Namun, selama ini sebagian besar hasil panen masih dijual sebagai bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat masih terbatas.
"Melalui kegiatan PKM, masyarakat diperkenalkan dengan inovasi pengolahan ubi kayu menjadi berbagai produk, seperti stik singkong (ubi merekah), brownies ubi kayu, mochi ubi kayu, dan donat ubi kayu. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal," ungkapnya.
Ia mengatakan pengolahan ubi kayu dapat menjadi langkah awal dalam membangun rantai nilai ekonomi lokal. Ubi kayu tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi dapat diolah, dikemas, dan dipasarkan sebagai produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Dalam pemberdayaan ini melibatkan juga mahasiswa KKN-PPM (T) untuk memperkuat pelaksanaan Kampus Berdampak melalui kolaborasi langsung antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan di lapangan, tetapi juga ikut memahami potensi dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rencana FPIK Universitas Bung Hatta menjadikan Nagari Taeh Bukik sebagai salah satu Nagari Binaan. Pendampingan ke depan diharapkan dapat mencakup pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, kelembagaan kelompok, hingga penguatan usaha masyarakat.
Program tersebut turut mendukung pencapaian IKU perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa di luar kampus serta memberikan kontribusi terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Universitas Bung Hatta mendorong agar komoditas lokal tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat Nagari Taeh Bukik.