Berita Terbaru
Rabu, 25 April 2007
Universitas Bung Hatta
Gubernur Sumbar : Sarjana Jangan Bangga Hanya Dengan Titel
Masalah paling berat yang kini tengah dihadapi bangsa Indonesia adalah kemiskinan, pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan. Secara nasional jumlah pengangguran mencapai 12 juta jiwa. Jumlah tersebut setiap tahun terus bertambah, sementara pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran itu.
Kenyataan itu, diungkapkan Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi, SH, MM ketika menghadiri Studium General bagi calon alumni Universitas Bung Hatta dengan topik aKiat sukses menghadapi dan memanfaatkan peluang kerjaa Rabu (24/4/2007) di aula gedung B kampus UBH Ulak Karang Padang.
Persoalan tersebut, kata Gamawan Fauzi, juga dialami Sumatra Barat. Saat ini di Sumbar jumlah pengangguran mencapai 263.000 orang, angka tersebut setiap tahun bertambah 16.000 orang dari sarjana yang dihasilkan oleh berbagai Perguruan Tinggi (PT).
Karena itu, kepada calon alumni UBH yang akan diwisuda Sabtu (28/4/2007) gubernur berpesan, agar lulusan UBH tidak terlalu berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). aSebagai sarjana, hendaknya lulusan UBH mampu menerapkan ilmu dan keahliannya untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, bahkan kalau bisa para lulusan UBH mampu menyediakan lapangan kerja bagi pencari kerja. Kalau pun tak mampu menyediakan lapangan pekerjaan, lulusan UBH jangan hanya bangga dengan titel sarjana yang dimiliki, kalau tidak memiliki keterampilan,a katanya.
Salah satu jalan untuk membuka lapangan pekerjaan yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menumbuhkan iklim investasi. Kalau sistem investasi dan iklim tenaga kerja sudah terbangun, tentunya jumlah pencari kerja akan bisa dikurangi. Selama sistem tersebut belum terbangun di Sumbar, tak mungkin menyerap tenaga kerja. Namun sayang keamanan investor di negeri ini belum terjamin.
Menurut Gamafan Fauzi, tingginya angka pengangguran di Sumbar, karena kurangnya minat dari pencari kerja tersebut untuk membuka lapangan kerja sendiri. Kebanyakan sarjana hanya bangga dengan titel, tapi mereka tak memiliki keterampilan yang bisa dibanggakan untuk bersaing mendapatkan peluang kerja. Perguruan Tinggi dituntut utuk lebih meningkatkan kualitas lulusan ketimbang kuantitas mahasiswa.
aTingginya angka kemiskinan dan jumlah pencari kerja di negeri ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan butuh peran semua elemen masyarakat, dan tak kalah penting adalah peranan pihak swasta, disamping usaha pencari kerja itu sendiri. Jangan hanya menunggu jadi pegawai negeri, tapi sangat diharapkan, terutama lulusa perguruan tinggi, untuk membuka lapangan usaha sendiri,a harap Gubernur.
Studium general bagi calon alumni UBH angkatan ke-46 dimaksudkan untuk membuka wawasan para sarjana ketika mereka telah terjun ke tengah-tengah masyarakat. Selain Gubernur Gamawan Fauzi, juga tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Pariaman Ir. Mahyudin, Ketua DPP Alumni UBH Ir. Soetrisno, ekonom Unand Prof. Dr. Syofiardi, SE.MH dan alumni UBH Fardinal, SE. MA.***