Berita Terbaru
Rabu, 28 Desember 2011
Universitas Bung Hatta
Jelajah Pusaka Arsitektur Minangkabau Teknik Arsitektur UBH ke Nagari Pariangan
Mengunjungi Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar merupakan sebuah paket wisata lengkap yang bisa dilakukan di Sumatra Barat. Karena terletak di lereng Gunung Merapi, maka tidak heran jika Nagari Pariangan disebut Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta sebagai kawasan Pusaka Arsitektur Minangkabau wisata budaya sekaligus wisata sejarah disana.
Konon katanya, desa ini merupakan asal usul etsnis Minangkabau yang berarti menjadikan Pariangan sebagai desa tertua di ranah Minang. Sebagain orang menyebut desa ini sebagai nagari tuo. Itu bisa dilihat ketika anda berkunjung kesana. Baru turun dari mobil, anda akan disambut pemukiman adat yang berundak undak. Hampir semua atap rumahnya bergonjong dan berdinding kayu. Pemadangan yang mulai sulit ditemui di Kota Padang
Menurut Tambo Minangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang. Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut wikipedia, Pariangan memiliki luas 17,92 kmA2.
Di Nagari Pariangan ini terdapat bermacam khas Minangkabau. Di nagari ini masih terjaga dengan baik rumah adat tradisional yang disebut rumah gadang. Di Pariangan, juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal komunal untuk pria yang belum menikah. Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas.
Koordinator KKL Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH Dr. Eko Alvares.Z.MSAA mengatakan, konsep aKawasan Pusakaa adalah sebuah gagasan yang tumbuh dan berkembang atas pengamatan dan pembelajaran di berbagai tempat.
Konsep kawasan pusaka tersebut memandang perlunya sebuah kegiatan yang menyeluruh dari bentuk pelestarian pusaka dengan alam sebagai variabel utama pembangunan yng tidak terpisahkan dari kegiatan berbudaya.
KKL yang dilaksanakan oleh sekitar 56 mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH tersebut dilaksanakan di Nagari Pariangan. Di kenagarian tersebut banyak yang yang bisa dipelajari bagaimana potensi lahan di siasati dan kemudian membentuk suatu wadah yang nyaman untuk ditinggali. Komposisi kekayaan alamnya merupakan perpaduan yang ideal bila dilengkapi aktivitas anak nagari yang dapat memberikan khas sebuah kawasan pusaka.
Pelestarian kawasan pusaka tersebut berguna untuk menggugah anak nagari akan kekayaan pusaka yang dimiliki, menggali potensi dan kekayaan pusaka nagari, membuat anak nagari menjadi mandiri dan kreatif serta menjadi pusat orientasi pembangunan.
Selain itu juga untuk mendapatkan sistem pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan dan berkesinambungan secara menyeluruh, meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha-usaha peningkatan ekonomi, dan menciptakan sebuah simpul dari jaringan multi sektoral dan multi disiplin ilmu ditingkat lokal, nasional dan internasional.
Dan untuk yang gemar menikmati keindahan alam,photografi alam dan sekaligus mengenal budaya Minangkabau, Nagari Pariangan agaknya menjadi pilihan tempat yang oke. (*Indrawadi)
*dari berbagai sumber