Ketua Biro Ekonomi UMNO Malaysia Muhammad Khalil Salam Bkt, hadir di UBH Berita Terbaru
Jumat, 26 Agustus 2005
Universitas Bung Hatta

Ketua Biro Ekonomi UMNO Malaysia Muhammad Khalil Salam Bkt, hadir di UBH

Produk industri rumah tangga yang dikategorikan dalam UKM telah banyak diproduksi masyarakat seperti tenunan songket, bordiran, kripik dan lainnya yang belum maksimal dapat perhatian dari pemerintah maupun investor. Fakta yang terjadi sekarang, produk daerah Sumbar masih terkendala dalam pemasaran dan tidak berkembang. Oleh karena itu dalam menghadapi pasar bebas yang sudah lama dicanangkan, perlu diambil langkah-langkah strategis untuk mengembangkan dan memasarkan produk-produk tersebut, sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun Internasional. Hal ini mengemuka dalam Seminar Internasional yang mengambil tema Strategi Pemasaran Produk Daerah Sumatera Barat dalam Menghadapi Persaingan Global yang diadakan Jurusan Manajemen Universitas Bung Hatta (UBH) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kamis (25/8). Hadir sebagai pembicara Ketua Biro Ekonomi UMNO Malaysia Muhammad Khalil Salam Bkt,PJK yang menyatakan, persoalan yang dihadapi pengusaha daerah dalam memasarkan produknya ke tingkat internasional adalah hal pemasaran, kemasan, dan kualitas yang belum sesuai dengan permintaan pasar luar negeri. aTeknologi dan SDM adalah kendala utama produk daerah dalam bersaing dengan produk internasional. Produk daerah punya kualitas bagus, tapi setelah dipesan dalam jumlah banyak oleh pasar luar, kualitas yang dihasilkan jadi menurun,a ujarnya. Jika dalam satu daerah mempunyai produk yang sama, tentu masing-masing pihak akan berkompetisi untuk saling merebut pasar, dan dalam hal ini, salah satu pihak bisa dipastikan akan kalah dalam persaingan. Seperti produk air mineral yang ada di daerah ini, sebaiknya digabung atau di-merger agar satu dengan yang lain saling bersatu dan bisa bersama dalam biaya produksi serta menentukan harga di pasaran. Dan kalau ada produk sejenis dari luar masuk, maka produsen bisa memperkuat posisi pasar, sehingga produk luar tidak bisa menjadi leader market, katanya. Agar produk bisa diterima pasar maka ada beberapa strategi yang perlu diperhatikan, diantaranya strategi yang mengutamakan mutu dan nilai produk. Dalam artian produk yang dikeluarkan bermutu tinggi dan dalam jumlah berapapun yang dipesan oleh pasar internasional, produk yang dihasilkan harus tetap berkualitas. Selain itu nama atau merk harus disesuaikan dengan budaya tempat produk tersebut dipasarkan. Strategi pemasaran dalam bentuk promosi dan iklan juga perlu diterapkan, karena iklan adalah salah satu cara efektif dalam mempromosikan barang. Pembicara lain Ketua Komite Pembangunan Indonesia Timur Kadin Indonesia Ngadiono, Ph.D., mengatakan kalau produk daerah dalam bersaing dengan pasar luar, tentu membutuhkan teknologi dan SDM yang berkualitas. Sementara saat ini SDM yang ada belum memiliki keahlian yang cukup untuk bersaing dengan SDM luar, juga tingkat pengangguran yang tinggi merupakan masalah utama yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Agar pengangguran dapat diatasi tentu perlu lapangan pekerjaan yang berarti pula adanya jenis usaha yang akan bermuara ke investasi. Dalam hal ini pemerintah harus memberikan iklim usaha yang kondusif dan pemerintah juga harus memiliki tata ruang investasi yang jelas yang akan ditawarkan ke investor karena tata ruang inilah yang akan ditanyakan oleh para investor. Ketua panitia seminar internasional Dahliana Kamener, S.E., M.Si menyatakan bahwa Sumbar merupakan salah satu daerah yang sangat berpotensi dalam menghasilkan bermacam jenis produk dan komoditi lainnya seperti minyak nilam, gambir, kelapa dan minyak sawit yang merupakan produk unggulan Sumbar. Seminar ini bisa membantu pengusaha membuat kebijakan dalam menentukan arah usaha yang lebih baik. (sumber: cr4 - padangekspres.com)