KKN-PPM UBH Latih Perangkat Wali Nagari dan Guru SD Microsoft Office Berita Terbaru
Senin, 01 Agustus 2011
Universitas Bung Hatta

KKN-PPM UBH Latih Perangkat Wali Nagari dan Guru SD Microsoft Office

Ada yang berbeda di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Selasa siang (26/07/2011) lalu. Para pegawai wali nagari dan guru Sekolah Dasar (SD) berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Tingkat Dasar Microsoft Word 2003 dan Excel 2003 yang diadakan oleh dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta (UBH). Ketua pelaksana, Popi Fauziati, SE, M.Si, AK menjelakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen yang dikombinasikan dengan program mahasiswa KKN-PPM UBH. "Awal mulanya pelatihan ini atas permintaan wali nagari, Masrul yang meminta kepada kami untuk memberikan pelatihan word dan excel bagi pegawai kantor wali nagari," ungkapnya. "Pak wali nagari merasa, masih diperlukan lagi pemantapan penggunaan komputer dan pengenalan bagi pegawainya yang belum bisa menggunakan komputer. Selanjutnya kami pun meminta untuk mengikutsertakan guru-guru SD sekitar dan SD yang ikut serta yakni, SD 02 dan 03 Jorong Aliran Sungai," tambahnya dosen Jurusan Akuntansi ini. Sementara itu, Menurut instruktur pelatihan ini, DR. Ir. Henry Nasution, M.T mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 19 peserta yang disampaikan oleh intruktur dari dosen dan mahasiswa diantaranya saya sendiri, Dr. Antoni, SE. ME, Dr. Zaitul, SE, M.BA, Felina Widyastuti, SE dan Zendra (Mahasiswa Fakultas Ekonomi). "Materi dalam pelatihan ini berupa pengenalan Microsoft Office yang diberikan berkaitan dengan tugasnya para peserta masing-masing, seperti surat menyurat dengan MicrosoftWord dan tabulasi dan pengelolaan data dengan Microsoft Excel." Henry lebih lanjut mengatakan, antusiasme peserta sangatlah tinggi terlihat pada para peserta yang tidak puas dengan pelatihan yang singkat ini. Pelatihan ini berlangsung dari siang setelah shalat dzuhur hingga petang. Setelah diskusi panjang dengan peserta, Henry mengungkapkan, peserta menginginkan kembali diadakan pelatihan serupa mengingat waktu pelatihan ini dirasakan kurang. Peserta masih menginginkan pelatihan lanjutan serta ditambahkan dengan pelatihan internet selama tiga hari dan direncankan akan diadakan setelah lebaran. Henry menyarankan agar kedepannya, bukan hanya mahasiswa saja yang KKN tetapi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dalam hal ini dosen, ikut serta juga dalam pengabdian kepada masyarakat. "Jadikan sama-sama aktif mengabdi, mahasiswa aktif dan dosennya pun demikian,a kata Henry dosen Jurusan Teknik Mesin ini.(Ubay WP)