Berita Terbaru
Kamis, 12 April 2007
Universitas Bung Hatta
Kunci Kartu Magnetik Brankas Karya Mahasiswa UBH
Sresy Elficha Roza mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fak.Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH), menciptakan kunci magnetik brankas untuk penyimpanan uang, perhiasan, dan barang berharga lainnya.Kunci tersebut merupakan hasil karya penelitian untuk penyelesaian tugas akhir mahasiswi tersebut di Fakultas Teknologi Industri UBH, kata Humas UBH, Indrawadi, pekan lalu.
Kunci magnetik bisa berasal dari kartu timezone, ATM, visa card, dan kartu kredit yang kemudian diprogram dengan memasukan sejumlah digit angka sebagai password bagi pemiliknya.Ia menjelaskan, untuk karya ini digunakan sejumlah peralatan, yang meliputi sensor dan kartu magnetik, alarm, relay, mikrokontroler, keypad, LCD, dan komponen pendukung berupa resistor, kapasitor, dioda, dan penyearah.
Selain untuk brankas, sistem kunci magnetik itu dapat juga diaplikasikan untuk kunci pengamanan rumah, lemari, ruang rahasia, pengaman ATM dengan tambahan actiator, mobil, baik untuk pintu ataupun untuk menghidupkan mesinnya.
Latarbelakang diciptakannya alat ini, karena brankas merupakan tempat penting menyimpan barang berharga, dan sejalan perkembangan teknologi, berbagai peralatan teknologi baru diciptakan menggantikan sistem konvensional, termasuk pada brankas dan kunci-kunci lainnya.
Perkembangan teknologi elekronika telah mempermudah banyak hal, termasuk pengamanan brankas, dengan tidak lagi menggunakan kunci konvensional dan menggantinya dengan kartu magnetik yang ringan serta mudah diganti password-nya.
Cara kerja membuka kunci brankas dengan sistem magnetik hanya dengan menggesekan kartu yang telah diprogram ke sensor magnetic card reader, lalu memasukkan password dengan keypad. Jika pengguna memasukan password dengan benar, brankas otomotis akan terbuka.
Jika terjadi kesalahan password hingga tiga kali, mikrokontroler akan menghidupkan lampu dan membunyikan alarm. Untuk menciptakan kunci magnetik brankas tersebut, Sresy Elficha Roza dibimbing dua dosennya, yakni Ir Eddy Soesilo, Meng, dan Mirza Zoni, ST. sumber :(ant/ads);sinarharapan.co.id