Berita Terbaru
Sabtu, 21 Mei 2005
Universitas Bung Hatta
Kurikulum Berbasis Kompetensi Tak Jelas
Arah kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang digembar-gemborkan pemerintah dan diterapkan terutama bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini belum jelas. Fenomena tersebut membuat lulusan yang seyogyanya menjadi tenaga profesional siap pakai dan langsung terjun ke dunia kerja, tersebut berada dipersimpangan jalan. Sebagian besar masih belum siap dan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
"Dari riset yang pernah kami lakukan ternyata sebanyak 80 persen siswa lulusan SMK punya kecenderungan untuk melanjutkan pendidikannya, dan hanya 20 persen saja yang memasuki dunia kerja. Nah, disini terlihat bahwa sebagian besar lulusan SMK belum siap, atau tidak punya kompetensi yang sesuai keinginan dunia usaha," demikian diungkapkan Direktur Lembaga Pendidikan Pelatihan Tenaga Profesional (LP2TP) Ir H Syamsul Asri Phd kepada wartawan, disela-sela lomba membuat sketsa dan menggambar teknik tingkat SMK se Sumbar di Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta (UBH) kemarin.
Lebih lanjut Syamsul didampingi Pembantu Rektor I UBH Nasrizal Carlo, dan Dekan Teknik UBH Sudirman mengharapkan pemerintah dapat meninjau ulang KBK saat ini dengan mengikutsertakan dunia usaha. Pasalnya, sejauh ini perancangan KBK lebih dominan dilakukan orang-orang akademis, bukan dunia usaha yang lebih mengetahui apa yang mereka butuhkan.
"Dari staf pengajar SMK sendiri kita melihat masih banyak yang hanya berasal dari kalangan akademis tidak kompeten. Seharusnya, ada suatu program seperti magang bagi siswa SMK dan kerjasama SMK dengan dunia usaha," harap Syamsul.
Rubah Image
Sementara itu terkait dengan diadakannya lomba menggambar, Nasrizal Carlo menyatakan hal itu dilaksanakan sesuai temanya, yaitu salah satu wujud kepedulian UBH menciptakan arsitektur muda yang mahir dalam bidang menggambar. Acara kerjasama UBH, bersama Inkindo dan IAI Sumbar tersebut diikuti sebanyak 8 dari 13 SMK Negeri yang ada di Sumbar.
"Kita pada kesempatan tersebut ingin merubah image masyarakat yang selama ini cenderung menilai lulusan teknik menggambar itu menjadi tukang atau buruh bangunan saja. Padahal lebih dari itu, mereka nantinya bisa menjadi profesional muda yang ahli mendisain atau arsitektur," ujar Nasrizal seraya menambahkan kegiatan itu akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Bagi pemenang, UBH menyediakan hadiah kualiah di UBH tanpa tes masuk dan keringanan SPP serta uang pembangunan. Ditambah, sertifikat dan hadiah lainnya dari Inkindo dan IAI. (Heri Sugiarto-Wartawan Padang Ekspres)