Berita Terbaru
Kamis, 21 April 2005
Universitas Bung Hatta
Laporan Rektor Upacara Dies Natalis ke 24
Bismilahirrah maanirrahiim,
Assalamu ’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang kami hormati;
Gubernur Provinsi Sumatera Barat beserta unsur Muspida Sumatera Barat,
Keluarga Bung Hatta
Koordinator Kopertis Wilayah X,
Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta: Rektor Universitas Andalas, Rektor Universitas Negeri Padang, ... ,
Walikota Padang beserta unsur Muspida Kota Padang,
Ketua dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta,
Anggota Senat Universitas, para Guru Besar, dosen, para karyawan serta seluruh undangan yang berhadir.
Terutama sekali saya mengajak hadirin yang mulia untuk bersyukur kepada Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya memungkinkan kita dapat mengikuti acara Dies Natalis ke-24 Universitas Bung Hatta yang kita cintai ini. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua hadirin yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini. Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan pula kepada sivitas akademika dan karyawan universitas ini, serta para panitia yang telah berkerja keras mempersiapkan acara Dies Natalis ke-24 ini.
Pada 20 April 1981, 24 tahun yang lalu telah lahir sebuah universitas yang diberi nama Universitas Bung Hatta. Dalam usia 24 tahun itu telah banyak hasil yang dicapai, baik berupa pengembangan fisik dalam bentuk pembangunan fasilitas perkuliahan, laboratorium dan perpustakaan, maupun pengembangan akademik seperti penguatan dan pengembangan kelembagaan program studi, perbaikan kualitas proses belajar mengajar, peningkatan kualitas dosen, dan lain sebagainya. Namun demikian, kita masih merasakan dan menyadari bahwa masih banyak lagi upaya dan usaha yang perlu dilakukan dalam mewujudkan visi Universitas Bung Hatta, untuk menjadi perguruan tinggi bermutu dan terkemuka.
Pada acara dies ini, perkenankan saya secara singkat menyampaikan perkembangan aktual universitas dalam satu tahun terakhir, yang dikelompokkan ke dalam beberapa bidang.
[b]1. BIDANG PENDIDIKAN[/b]
[b]1.1 Fakultas dan Program Studi[/b]Pada saat ini Universitas Bung Hatta mempunyai 7 fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, (4) Fakultas Ilmu Budaya, (5) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, (6) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan (7) Fakultas Teknologi Industri, yang kesemuanya terdiri atas 22 program studi. Dari semua program studi, dua di antaranya program D-3 yaitu Bahasa Jepang dan Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying). Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Program ini dikembangkan bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia sejak tahun akademik 2002/2003.
Berdasarkan Surat Dirjen Dikti No. 1616/D/T/2003 tanggal 31 Juli 2003 Universitas Bung Hatta telah pula diizinkan membuka Program Pascasarjana (S-2) dengan Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan, Pesisir dan Kelautan, yang kuliah perdananya telah dimulai pada pertengahan Maret 2004 dengan jumlah mahasiswa 14 orang. Sementara dua program studi lagi yaitu Program Studi Manajemen Konstruksi dan Magister Manajemen masih dalam proses perizinan.
Dari 20 program studi S-1, 19 di antaranya telah diakreditasi oleh BAN-PT. Demikian pula halnya program D-3 Bahasa Jepang juga telah diakreditasi oleh BAN-PT. Dua program studi lain yaitu Sastra Jepang (S-1) dan Teknik Ekonomi Konstruksi (D-3) masih dalam proses akreditasi.
Pada masa mendatang, kita terus mendorong dan mengupayakan agar setiap program studi dapat meningkatkan atau sekurang-kurangnya mempertahankan status akreditasinya, melalui peningkatan kemampuan dosen, penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi serta fasilitas pendukung, sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap mutu lulusan.
Berkaitan dengan itu, sekarang program studi: Teknik Sipil dan Teknik Mesin memasuki tahun kedua menerima bantuan hibah bersaing TPSDP (Technological and Professional Skill Development Sector Project) dari Ditjen Dikti masing-masing bernilai Rp 14,2 milyar untuk 3,5 tahun. Di samping itu, 4 program studi lain, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Manajemen, dan Teknik Kimia juga telah memasuki tahun kedua menerima bantuan hibah kompetisi A-1 dari Ditjen Dikti sebesar Rp 2 milyar selama 2 tahun.
Kabar gembira pula bahwa pada tahun 2005 ini bertambah lagi program studi yang berhasil merebut bantuan hibah kompetisi dari Ditjen Dikti. Program Studi yang dimaksud adalah (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan (2) Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan menerima hibah kompetisi A-1 sebesar Rp 1 milyar selama dua tahun; dan (3) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta (4) Teknik Industri memanfaatkan hibah kompetisi A-2 dengan dana Rp 3 milyar selama tiga tahun. Bersamaan dengan itu, program studi Teknik Elektro berhasil pula merebut hibah kompetisi Probanperti PT-02 dari Program Berbantuan Perguruan Tinggi yang khusus disediakan untuk PTS oleh Direktorat Pembinaan Kelembagaan dan Pemberdayaan Peran Masyarakat Ditjen Dikti, yang nilainya masih dalam proses finalisasi. Dengan demikian, 10 (sepuluh) dari 22 (dua puluh dua) program studi berhasil merebut dana hibah bersaing TPSDP, hibah kompetisi A-1 dan A-2; dan 1 (satu) program studi sedang berjuang mendapatkan Probanperti PT-02. Bantuan hibah bersaing lain melalui Ditjen Dikti dan sumber-sumber lain, akan terus diusahakan penambahannya.
[b]1.2 Mahasiswa[/b]Pada semester ganjil tahun akademik 2004/2005 mahasiswa terdaftar Universitas Bung Hatta berjumlah 10.957 orang. Jumlah ini lebih rendah sekitar 14,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 12.421 orang. Jumlah pelamar menjadi mahasiswa baru pada tahun akademik 2004/2005 adalah 2.328 orang, sedangkan yang diterima hanya 1.731 orang, atau 74,35 % dari jumlah pelamar.
Kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa pada suatu perguruan tinggi merupakan fenomena yang umumnya terjadi pada dunia pendidikan nasional dewasa ini, terutama Perguruan Tinggi Swasta. Penyebab utamanya diperkirakan masih berkaitan dengan keadaan ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.
Dalam upaya meningkatkan kembali jumlah mahasiswa, sedang dilakukan beberapa langkah untuk memperbaiki citranya, seperti perbaikan internal yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan dan pelaksanaan administrasi akademik melalui program e-campus, kuantitas dan mutu lulusan. Dalam proses belajar-mengajar juga sudah dilakukan perubahan paradigma teaching menjadi learning, sehingga pada waktu kini sudah ditetapkan konsep dan pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi.
Bentuk lain adalah meningkatkan intensitas komunikasi pada setiap komponen, dalam rangka menyamakan persepsi dalam pengelolaan Universitas ini. Kebijakan pola seleksi penerimaan mahasiswa baru juga mengalami perubahan, yang pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan oleh Litbang Diknas, namun mulai tahun 2003 sudah dikelola langsung oleh universitas dengan tetap mempertimbangkan aspek potensi akademik calon mahasiswa. Program lain yang tidak kalah penting adalah melakukan peningkatan kegiatan promosi, baik di dalam maupun di luar Provinsi Sumatera Barat seperti di Riau, Jambi dan Bengkulu.
Menyikapi situasi perekonomian masyarakat yang masih belum pulih, yang berakibat kepada terbatasnya dana masyarakat untuk pendidikan, maka Universitas Bung Hatta memberikan keringanan pembayaran uang pembangunan bagi mahasiswa baru dengan cara empat kali pembayaran dalam waktu empat semester dan besarnya pun tetap seperti pembayaran pada tahun 2001. Sedangkan untuk mereka yang telah menjadi mahasiswa dan menunjukkan prestasi yang baik, universitas berusaha menyalurkan beasiswa dari berbagai sumber, seperti dari Supersemar, PT Semen Padang, Pertamina, Caltex, Telkomsel, Student Grant dari Kopertis/Dikti, TPSDP dan beasiswa internal dari Universitas Bung Hatta sendiri. Pada tahun 2004, sebanyak 98 orang mahasiswa memperoleh beasiswa dari berbagai sumber.
Untuk meningkatkan penguasaan ilmu dan memperluas wawasan akademik, serta daya intelektual mahasiswa, universitas selalu meningkatkan dan mengembangkan program-program kerja sama dan pertukaran mahasiswa. Sebanyak 2 orang mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan telah selesai mengikuti kegiatan kerja praktek di Fachhochshule Hildesheim, Jerman. Program ini merupakan program rutin setiap tahun dan insya Allah tahun ini juga ada yang akan berangkat., namun sampai saat ini belum ada mahasiswa yang mendaftar untuk diberangkatkan ke Fachhochshule Hildesheim, Jerman. Demikian pula sebaliknya, 10 (sepuluh) orang mahasiswa Fachhochshule Hildesheim Jerman yang didampingi 2 (dua) profesor akan datang pada Juli 2005 untuk melakukan kerja praktek di sini selama delapan belas minggu. Selain mahasiswa FTSP, tahun lalu juga telah dikirim satu orang mahasiswa Sastra Jepang belajar di Sonoda Women University, Hyogo Jepang selama setahun dan sekarang yang bersangkutan sudah kembali ke Padang. Tahun ini juga akan berangkat satu orang mahasiswa lagi ke Sonoda Women University.
[b]1.3 Dosen[/b]Pada tahun akademik 2004/2005, jumlah dosen yang mengasuh mata kuliah adalah 616 orang yang terdiri atas 253 orang dosen tetap dan 363 dosen tidak tetap. Dosen tetap adalah dosen tetap yayasan dan dosen tetap Pegawai Negeri Sipil Diperbantukan (PNSD) di bawah naungan Kopertis Wilayah X. Dosen tidak tetap berasal dari dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), instansi pemerintah non-PTN, TNI dan POLRI.
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan penguasaan ilmu dan teknologi untuk dosen senantiasa dilakukan. Pada saat ini, dari 253 orang dosen tetap, 205 orang atau 81,03% sudah menyelesaikan pendidikan S-2 dan 16 orang atau 7,80% sudah menyelesaikan pendidikan S-3, sedangkan yang masih berpendidikan S-1 sebanyak 30 orang atau 11,86 % yang sebagian sedang mengikuti studi S-2. Jumlah dosen tetap yang sedang menempuh pendidikan S-2 di dalam negeri saat ini adalah 19 orang, di luar negeri 5 orang. Bersamaan dengan itu 8 orang dosen tetap sedang mengikuti pendidikan S-3 di dalam negeri dan 14 orang sedang mengikuti S-3 di luar negeri; jumlah dosen tetap yang studi S-3 adalah 22 orang. Sumber pembiayaan pendidikan Pascasarjana ini berasal dari Yayasan Pendidikan Bung Hatta, dari pemerintah berupa beasiswa BPS, dan dari bantuan pihak lain dalam rangka kerja sama dengan Universitas Bung Hatta.
Jumlah dosen tetap yang bergelar doktor saat ini terdistribusi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebanyak 9 orang, FTSP sebanyak 3 orang, FKIP sebanyak 3 orang dan FE sebanyak 1 orang. Pada tahun ini ada 1 (satu) orang dosen tetap yang akan segera menyelesaikan program doktor (sudah selesai ujian, dan kini sedang memperbaiki disertasinya), dan akan kembali mengabdi. Seorang dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada tahun ini telah diusulkan untuk menjadi guru besar.
Dosen asing (native speaker) melalui kerja sama VIA masih tetap kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di FIB. Selain mengajar di FIB dan FKIP, native speaker ini kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dosen tetap.
[b]1.4 Kurikulum dan Proses Pengajaran[/b]
Penyusunan kurikulum di Universitas Bung Hatta didasarkan kepada kurikulum inti yang telah ditetapkan secara nasional dan kurikulum lokal (institusional). Sesuai dengan pengembangan program-program studi yang terdapat di lingkungan Universitas, perubahan dan perbaikan kurikulum yang bermuatan lokal senantiasa diupayakan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi serta dinamika internal dan eksternal yang ada atau berdasarkan kompetensi masing-masing program studi. Diharapkan semua program studi telah menyelesaikan evaluasi kurikulumnya pada tahun ini , sehingga pada semester genap 2004/2005 sudah diberlakukan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sesuai dengan SK Mendiknas No. 232/U/2000 dan 045/U/2002. Sampai saat ini, fakultas yang telah menerapkan KBK adalah FE, FH, FIB, FKIP, FPIK, dan FTI. Dengan kurikulum ini diharapkan 4 pilar lulusan perguruan tinggi akan tercapai yaitu learning to know (dapat mengetahui apa yang perlu dapat diketahui dalam masyarakat), learning to do (dapat berkarya untuk kesejahteraan diri dan masyarakat), learing to be (dapat hidup dalam pembangunan yang berkesinambungan dan ramah lingkungan), dan learning to live together (dapat bekerja sama dengan sesama manusia untuk kemajuan serta perdamaian manusia).
Dalam usaha perbaikan kurikulum dan proses pengajaran, dosen diwajibkan menyusun silabus dengan satuan Acara Perkuliahan (SAP) untuk setiap mata kuliah yang terdapat di dalam kurikulum. Hal ini dimaksudkan agar proses pengajaran dan transfer pengetahuan dari dosen ke mahasiswa berlangsung secara lebih terarah dan efisien guna mencapai pilar lulusan yang telah ditetapkan. Untuk mendukung program peningkatan kualitas dalam bidang kurikulum dan proses pengajaran, universitas menyelenggarakan program Applied Approach (AA) dan mengirim dosen mengikuti Teaching Improvement Workshop (TIW) yang diadakan Diknas. Sampai saat ini 200 orang atau 76,6% dari keseluruhan dosen tetap telah mengikuti program AA dan TIW. Melalui program ini diharapkan kualitas proses pengajaran dan hasil yang dicapai dari tahun ke tahun dapat ditingkatkan. Pada tahun ini, akan diadakan AA untuk dosen tetap yang baru menyelesaikan pendidikan S-2.
Angka Efisiensi Edukatif Universitas Bung Hatta adalah 14,33 pada tahun 2003, dan 17,94 pada 2004; angka itu amat dekat dengan AEE nasional yaitu 17. Rata-rata indeks prestasi (IPK) lulusan pada 2003 adalah 2,90; dan pada 2004 angka itu berubah menjadi 2,89. Lama masa studi mahasiswa di Universitas Bung Hatta pada tahun 2003 rata-rata 5,3 tahun, dan pada 2005 menjadi lebih baik yaitu rata-rata 5 tahun. Sementara itu, angka rasio output-input Universitas ini pada 2003 adalah 0,87; dan pada 2004 berubah menjadi 1,66; angka menunjukkan bahwa jumlah lulusan Universitas Bung Hatta pada tahun akademik 2004/2005 lebih banyak daripada jumlah mahasiswa baru. Keadaan ini perlu dicermati agar rasio output-input mendekati angka satu.
[b]1.5 Karyawan[/b]Sampai saat ini jumlah karyawan yang mendukung keberadaan Universitas Bung Hatta adalah 225 orang. Pengembangan karyawan baik dari segi jumlah maupun mutu telah dilakukan dengan memberi kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan, magang, dan melanjutkan pendidikan baik ke jenjang S-1 maupun S-2. Saat ini 5 (lima) orang karyawan telah menyelesaikan pendidikan S-2, dan 20 orang sedang mengikuti pendidikan S-1.
Selain memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, pimpinan Universitas juga berusaha menerapkan pelaksanaan disiplin berdasarkan hukum dan peraturan yang sudah disahkan pada Desember 2004. Mengingat tantangan dan beban kerja yang dirasakan semakin berat dalam pengembangan universitas ke depan, kebijakan pembinaan karyawan diarahkan kepada optimalisasi, efisiensi dan produktifitas. Dengan demikian diharapkan karyawan yang ada saat ini betul-betul berdaya guna dan menyadari keberadaanya di Universitas Bung Hatta.
[b]2. PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT[/b]
[b]2.1 Kelembagaan[/b]
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Bung Hatta bernaung di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). LPPM merupakan payung dari beberapa pusat studi/pusat penelitian yang sudah berdiri. Pusat-pusat studi itu adalah (1) Pusat Penelitian Koperasi dan Ekonomi, (2) Pusat Studi dan Pengembangan Perikanan, (3) Pusat Studi Mangrove dan Kawasan Pesisir, (4) Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, (5) Pusat Kajian Kebudayaan Jepang, (6) Pusat Studi Energi, (7) Pusat Studi Lingkungan Hidup, (8) Pusat Penelitian Hukum dan Kemasyarakatan, (9) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pendidikan, (10) Pusat Studi Perempuan, (11) Pusat Studi Pangan dan Gizi, dan, (12) Pusat Studi Konservasi Arsitektur (PUSAKA).
Di samping memperkuat kelembagaan yang sudah ada, universitas juga terus berusaha untuk mendirikan pusat-pusat studi yang baru berdasarkan perkembangan penguasaan ilmu dan teknologi serta jenjang pendidikan formal yang telah dicapai oleh para dosen.
[b]2.2 Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat[/b]
Sejalan dengan perkembangan kelembagaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mengalami perkembangan yang menggembirakan. Dapat diketahui dari semakin meningkatnya jumlah dosen yang mengajukan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan dibiayai oleh Universitas Bung Hatta, dan sumber dana lain, seperti dari Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (DP3M) Dikti, Dept Kelautan dan Perikanan. Pada 2005 ini universitas telah menganggarkan dana Rp 200.000.000,00 untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen tetap. Tahun ini LPPM Universitas Bung Hatta kembali memperoleh dana penelitian dari DP3 Dikti untuk dosen muda sebanyak 2 judul, penelitian kajian wanita sebanyak 1 judul, dan 1 judul penelitian hibah bersaing. Selanjutnya LPPM Universitas Bung Hatta, 1 dari 55 perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2005 juga dipercaya sebagai pelaksana monitoring evaluasi PKPS-BBM dari Kantor Menko Kesra. Sejak tahun 2004 LPPM Universitas Bung Hatta juga dipercaya oleh Depatermen kelautan dan Perikanan untuk melaksanakan kegiatan Program Mitra Bahari Indonesia dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Selain tetap mengadakan kegiatan rutin seperti kerja sama dengan berbagai pihak serta melakukan lokakarya dan pelatihan untuk dosen. Kebijakan lain yang telah ditempuh oleh universitas melalui LPPM adalah memberikan kesempatan kepada dosen untuk menerbitkan buku dan suntingan hasil-hasil penelitian dalam upaya memperkaya khasanah ilmu pengatahuan untuk bahan kuliah kepada mahasiswa. Untuk lebih meningkatkan citra LPPM dalam melaksanakan penelitian dan PKM, maka diberikan jalan seluas-luasnya bagi pusat-pusat studi untuk aktif menggalang kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta di luar Universitas Bung Hatta seperti dengan Dikti Depdiknas, Departemen Kelautan dan Perikanan, LIPI, BPPT, PT PLN, pemerintah kota dan kabupaten yang selama ini sudah berlangsung. Selain itu, juga diberi kesempatan kepada dosen untuk mengikuti seminar nasional dan internasional, pelatihan dan penataran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
[b]2.3 Media Publikasi dan Komunikasi[/b]
Untuk memublikasikan hasil-hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya dari dosen, Universitas Bung Hatta telah mempunyai majalah Wawasan Iptekni yang pada akhir April 2004 memasuki tahun ke 10. Sementara itu Fisheries Journal Garing yang diterbitkan Fakultas Perikanan pada tahun 2004 ini sudah memasuki tahun ke 13. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pun telah menerbitkan Jurnal Ilmiah Edukasi yang kini memasuki tahun kedua, Fakultas Teknologi Industri telah memiliki Jurnal Teknos-2k dan Fakultas Ekonomi telah pula memiliki Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Koperasi serta tabloid Demand dan Supply. Selain itu, terdapat pula media publikasi Jurnal Rekayasa di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Sastra Bung Hatta di Fakultas Ilmu Budaya, dan Yurisprudentia di Fakultas Hukum. Kesemua media publikasi ini telah memiliki ISSN. Dalam waktu terdekat media ini akan diajukan proses akreditasinya ke Depdiknas sebagai media publikasi nasional yang diakreditasi. Pusat Kajian Mangrove dan Kawasan Pesisir juga memiliki media publikasi yang bernama Mangrove dan Pesisir.
Universitas juga memiliki media publikasi dan komunikasi berupa buletin Gong Proklamator dan Bung Hatta Peduli. Tak ketinggalan mahasiswa juga menerbitkan Wawasan Proklamator yang berperan tidak hanya sebagai media komunikasi tetapi juga sekaligus media berlatih bagi mahasiswa dalam bidang jurnalistik. Alumni juga mempunyai media komunikasi yang diberi nama Proklamator yang berguna menjalin komunikasi sesama alumni dan antara alumni dengan almamaternya. Informasi Universitas Bung Hatta juga telah tersedia dalam homepage http://www.bung-hatta.ac.id.; informasi terbaru tentang perkembangan universitas ini juga dapat dilihat dalam situs ini. Segala saran dan masukan tentang Universitas Bung Hatta dapat disampaikan melalui e-mail : rektorat@bung-hatta.ac.id.
[b]3. PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA[/b]
[b]3.1 Kampus[/b]
Kegiatan perkuliahan di Universitas Bung Hatta sampai saat ini dilakukan di tiga kampus yaitu Kampus I di Ulak Karang, Kampus PPBA di Jalan Khatib Sulaiman. Kampus III di Jl. Gajah Mada, Gunung Pangilun, dikhususkan untuk kegiatan perkuliahan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan laboratorium-laboratorium, dan kampus PPBA di Jalan Khatib Sulaiman. Selain untuk S-2 Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Kelautan, juga untuk peningkatan kemampuan berbahasa asing (Inggris, Jerman dan Jepang); dan pusat kegiatan olahraga volley.
Kampus PPBA di kampus I telah dimanfaatkan gedung kuliah bersama yang merupakan gedung baru terdiri dari 4 lantai dengan luas bangunan 918,72 m2 per lantai. Di lantai 1 terdapat 4 lokal kuliah berukuran besar dengan kapasitas 120 mahasiswa perlokal dan 2 ruangan untuk dosen. Sedangkan di lantai 2, 3 dan 4 masing-masing terdapat 6 lokal kuliah dengan kapasitas 80 mahasiswa per lokal. Dengan demikian di gedung baru ini tersedia 22 ruang kuliah dan 2 ruang dosen.
Untuk pengembangan kampus masa depan, Universitas Bung Hatta telah mempunyai lahan sebesar 40 Ha di Air Pacah yang dipersiapkan sebagai tempat pembangunan Kampus II. Pembangunan kampus ini belum dimulai karena krisis ekonomi dan mengingat situasi dan kondisi daerah tersebut yang belum begitu berkembang karena keterbatasan sarana transportasi, pemukiman mahasiswa, dan prasarana umum lainnya.
[b]3.2 Perpustakaan[/b]Perpustakaan Induk Universitas Bung Hatta berlokasi di Kampus I Ulak Karang. Pada saat ini perpustakaan memiliki 64.610 eksemplar buku yang terdiri dari 21.456 judul. Penambahan koleksi dan peningkatan kualitas pelayanan terus ditingkatkan dalam mendukung pelaksanaan proses belajar-mengajar dan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya untuk menyediakan text books dan bacaan pendukung bagi kegiatan perkuliahan serta penelitian. Oleh karena itu pengadaan bahan bacaan berdasarkan informasi dari dosen, terutama yang baru menyelesaikan pendidikan pascasarjana menjadi sangat berguna. Selain pengadaan buku dengan membeli atau sumbangan, dilakukan juga pelayanan buku dan informasi lainnya dengan cara peminjaman jarak jauh, serta kerja sama dengan berbagai perpustakaan lain di dalam dan luar negeri. Suatu pembaruan penting sekarang di bidang pelayanan perpustakaan adalah penyediaan program pencarian buku, majalah, koran, dan berbagai fasilitas informasi lain melalui komputer dengan mempergunakan program Caspia yang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan optimal kepada sivitas akademika Universitas Bung Hatta dan para pengunjung umum yang bertamu ke pusat informasi pendidikan ini.
[b]3.3 Laboratorium[/b]
Universitas berusaha mengembangkan sarana laboratorium berdasarkan keperluan, di tingkat universitas berupa laboratorium dasar, dan di tingkat fakultas dan program studi berupa laboratorium khusus sesuai dengan disiplin ilmu yang berkaitan. Sejauh ini pemanfaatan fasilitas laboratorium sebagaian besar masih untuk pelayanan kegiatan praktikum mahasiswa di samping untuk mendukung penelitian dosen. Dimasa mendatang diharapkan laboratorium-laboratorium ini juga dapat dimanfaatkan oleh perorangan atau institusi di luar Universitas Bung Hatta sebagai pelayanan publik yang dapat mendatangkan income generating.
[b]3.4 Fasilitas Pendukung Lain[/b]
Untuk memperoleh kemudahan bagi sivitas akademika dan karyawan Universitas Bung Hatta dalam berbagai pelayanan umum, di Kampus I Ulak Karang terdapat Koperasi Keluarga Besar (KKB), dengan unit usaha antara lain berupa toko, wartel, dan foto kopi yang dapat menyediakan berbagai barang bagi keperluan anggota dan masyarakat umum. Di Kampus ini juga beroperasi tiga bank yaitu Bank Nagari, Bukopin dan BNI 46 yang melayani jasa perbankan yang berkaitan dengan uang kuliah mahasiswa, gaji dan honor staf dosen dan karyawan. Selain itu, fasilitas olah raga seperti lapangan sepakbola, lapangan tenis, lapangan basket, lapangan voli dan lapangan badmington juga tersedia di Universitas Bung Hatta.
[b]4. HUBUNGAN KERJA SAMA DAN ALUMNI [/b]
[b]4.1 Hubungan Kerja sama[/b]
Universitas Bung Hatta sampai saat ini telah memiliki kerja sama yang cukup luas dan mencakup berbagai pihak. Kerja sama dengan perguruan tinggi dan berbagai lembaga di dalam negeri antara lain dengan UNAND Padang, Universitas Negeri Padang (UNP), UNRI Pekanbaru, IPB Bogor, ITB Bandung, UGM Yogyakarta, Pengadilan Tinggi Sumbar, Kanwil Departemen Tenaga Kerja, Kanwil Departemen Agama, PT. Semen Padang, PT. Tambang Batubara Ombilin, LIPI Jakarta, Puslitbang Depdiknas Jakarta, LP3ES Jakarta, Pemkot Padang, Pemkab Tanah Datar, Pemkab Padang Pariaman dan Pemkab Batanghari Jambi serta instansi lain.
Kerja sama internasional dilakukan dengan perguruan tinggi dan lembaga lainnya di luar negeri mencakup kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik Hildesheim (Fachhochshule Hildesheim) Jerman, ZMT Bremen Jerman, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rotterdam Belanda, Universitas Tasmania Australia, University of Nyoming Amerika Serikat, Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), DAAD Jerman, Pusan University for Foreign Studies (PUFS) Korea, Japan Foundation, Toyota Fondation, British Council, Volunteer in Asia (VIA), Soneda Women University Jepang, Australian Development Service (ADS) Australia, dan Universiti Utara Malaysia (UUM). Bentuk kerja sama yang dilakukan adalah dalam hal penyediaan dan studi lanjut tenaga dosen, kegiatan magang, kerja praktek dan pertukaran mahasiswa, baik di dalam maupun di luar negeri, serta kerja sama kegiatan di dua bidang lain Tridarma Perguruan Tinggi.
[b]4.2 Alumni[/b]
Sampai wisuda Oktober 2004 jumlah lulusan Universitas Bung Hatta telah mencapai 25.539 orang. Dan insya-Allah pada wisuda April 2005 ini akan diwisuda 932 orang alumni Program S-1, D-3, dan Akta-4. Alumni Universitas Bung Hatta saat ini sudah tersebar luas di berbagai wilayah di dalam dan luar negeri. Jenis profesi yang ditekuni terdistribusi di berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, seperti sebagai dosen di Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta, pegawai negeri sipil, konsultan dan pengusaha, serta berbagai profesi di berbagai bidang. Pada masa-masa mendatang para alumni ini diharapkan dapat semakin mengukuhkan kemandirian mereka dalam profesinya sesuai dengan disiplin ilmu, minat, dan kesempatan kerja yang dimiliki untuk berkiprah dalam masyarakat.
Yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi alumni dalam pengembangkan universitas seperti umpan balik terhadap perbaikan dan perubahan diberbagai pengajaran bidang ilmu tertentu. Hal ini dirasakan sangat penting agar para lulusan Universitas Bung Hatta bisa berkompetisi dalam meraih peluang-peluang kerja yang ada di masyarakat serta tercapainya pilar pendidikan tinggi.
[b]5. KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN UNIVERSITAS [/b]
Ibarat perjalanan kehidupan manusia, usia 24 tahun dari Universitas Bung Hatta yang kita peringati hari ini merupakan usia memasuki dewasa. Dalam kenyataan, hal ini tercermin dalam proses pembinaan dan pengembangan universitas. Dalam usia ini, sebagai salah satu universitas yang keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Indonesia cukup diperhitungkan. Menurut laporan Kopertis, Universitas Bung Hatta merupakan salah satu universitas terbaik di Kopertis Wilayah X, kalau dilihat dari banyaknya Hibah Kompetisi yang kita menangi, jumlah program studi yang terakreditasi, serta fasilitas yang kita punyai.
Oleh karena itu, kita patut gembira dan bersyukur kepada Allah Swt. bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Universitas Bung Hatta dalam kurun waktu dua puluh tahunan ini memberikan hasil yang baik.
Namun, pada sisi lain kita juga tidak boleh terlena dengan kemajuan yang telah berhasil dicapai. Sebaliknya, kita senantiasa harus waspada dalam menghadapi perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal yang akan berpengaruh kepada pembinaan dan pengembangan universitas ke depan. Apalagi perubahan-perubahan tersebut, baik pada skala lokal maupun regional, nasional bahkan internasional, berlangsung secara cepat dan adakalanya tak terduga. Kewaspadaan dalam menghadapi perubahan-perubahan itu sangat diperlukan karena keadaan yang berubah akan memunculkan masalah dan tantangan baru yang menuntut kearifan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan universitas.
Suatu permasalahan dan tantangan nyata yang dihadapi universitas beberapa tahun belakangan ini adalah kompetisi dalam mendapatkan calon-calon mahasiswa yang terbaik. Agresif dan gencarnya berbagai perguruan tinggi, bahkan dimotori oleh PTN terkemuka di Indonesia, melakukan proses rekruitmen secara dini terhadap calon-calon mahasiswa baru, bahkan seleksinya dilakukan sebelum siswa-siswi SMU/SMK dinyatakan lulus/tamat. Upaya ini dilakukan secara luas, menjangkau wilayah yang jauh dari lokasi dimana universitas tersebut berada.
Dalam menghadapi tantangan itu, disamping memperbaiki kurikulum berdasarkan kompetensi program studi yang ada, dengan merujuk 4 pilar pendidikan tinggi, proses belajar mengajar juga sudah dirobah dari teaching menjadi learning. Dengan perubahan itu diharapkan knowledge transfer (trasfer ilmu) dan interaksi antara dosen dan mahasiswa lebih dapat tercipta dengan baik. Penerapan nilai TOEFL (Test of English as Foreign Language) harus melebihi 400 bagi mahasiswa yang akan meninggalkan Universitas Bung Hatta segera diberlakukan mulai angkatan 2001. Dan bagi dosen tetap kemampuan berbahasa asing terutama Bahasa Inggeris terus diupayakan agar lebih baik.
Pembinaan kemahasiswaan diarahkan pada pengembangan penalaran guna membentuk karakter mahasiswa yang kuliah di PT yang mengabadikan nama besar proklamator Bung Hatta yang amat dikenal dengan keteguhan prinsip jujur, disiplin, sopan, rendah hati, dan religius. Pembinaan minat dan bakat diarahkan pada kegiatan penalaran yang kritis dan bertanggung jawab yang terealisasi dalam setiap kegiatan kemahasiswaan.
Untuk memperkenalkan Universitas Bung Hatta kepada masyarakat kegiatan promosi terus ditingkatkan. Kegiatan promosi yang ditempuh bukan memamerkan simbol-simbol ataupun atribut tentang universitas, melainkan kita mengenalkan kompetensi-kompetensi yang dimiliki, sehingga masyarakat terbantu untuk mengambil keputusan dalam memilih bidang-bidang keahlian tertentu yang terdapat di Universitas Bung Hatta.
Memperkuat kerja sama dan mengembangkan networking secara regional dan internasional adalah juga kebijakan yang dilakukan universitas dalam merespon tantangan-tantangan aktual yang dihadapi. Melalui networking yang kita kembangkan, kita berupaya memperkuat kompetensi-kompetensi yang dimiliki sehingga diharapkan dapat meningkat kepercayaan masyarakat untuk menjadikan Universitas Bung Hatta sebagai salah satu universitas pilihan untuk menimba ilmu.
Kebijakan yang tak kalah pentingnya yang perlu dilakukan dalam pembinaan dan pengembangan ke depan ini adalah upaya membentuk situasi dan kondisi yang kondusif bagi terciptanya koordinasi atau team work yang solid di lingkungan internal Universitas Bung Hatta. Kita berkeyakinan apabila mitrakerja yang solid bisa diciptakan maka akan menjadi kekuatan dahsyat yang berguna sebagai motor penggerak untuk mewujudkan visi Universitas Bung Hatta menjadi perguruan tinggi bermutu dan terkemuka. Untuk itu kita sangat memerlukan suatu conceptual approach yang handal. Usaha-usaha untuk mendapatkan suatu pendekatan konseptual yang jitu dan amat bernilai strategis tersebut memerlukan pengkajian dari kita bersama.
[b]6. PENUTUP[/b]
Dalam perjalanan mendekati seperempat abad, telah banyak pelaku sejarah yang memberikan sumbangan moril maupun materil untuk tercapai kondisi Universitas Bung Hatta pada saat ini.
Tanpa mengurangi penghargaan kepada siapa pun juga yang telah memberikan sumbangsihnya kepada Universitas Bung Hatta yang kita cintai ini sejumlah nama pimpinan Universitas yang selayaknya dengan sangat penting kita ingat dan ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. Agustiar Syah Nur, Dr. (HC) Adrin Kahar, Prof. Dr. Syofyan Asnawi, Prof. Dr. Fachri Achmad dan Prof. Dr. Alfian Lains serta seluruh dekan yang telah mendarmabaktikan ilmunya sejak 1981 s.d. sekarang. Penghargaan yang tinggi patut kita sampaikan kepada seluruh dosen dan karyawan yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang selama ini telah berbakti untuk kejayaan universitas ini. Doa kita bersama perlu kita sampaikan buat seluruh sivitas akademika dan pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang telah mendahului kita. Semoga seluruh amal ibadah yang telah diperbuat selama mengabdi di Universitas Bung Hatta ini diterima oleh Allah Swt. Amin ya Rabbal Alamin!!
Akhirnya perkenankan saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga Proklamator Bung Hatta, Pemerintah Republik Indonesia, Pemda Propinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang dan Perguruan Tinggi lainnya, Kopertis Wilayah X, lembaga-lembaga pemerintah dan non pemerintah, serta segenap masyarakat yang telah ikut membantu dan bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta selama ini. Kepada kawan-kawan dari pers baik media cetak maupun media elektronik yang telah banyak berperan dalam menginformasikan Universitas Bung Hatta kepada masyarakat dan menjaga nama baik Universitas yang kita cintai ini, kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Saya mengharapkan kiranya bantuan dan kerja sama ini dapat ditingkatkan lagi pada masa yang akan datang. Kepada semua hadirin, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya memenuhi undangan kami, terutama atas kesabaran dan perhatian Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian dalam mengikuti prosesi Dies Natalis ini.
Wabillahi taufik walhidayah, wassalamu ’alaikum warahmatullahi wa-barakatuh.
Padang, 20 April 2005
ttd.
Prof. Dr. Yunazar Manjang