Lewat KKN-PPM, Universitas Bung Hatta Perkuat Progrm Keberlanjutan dan Nagari Mandiri Universitas
Jumat, 31 Juli 2026
Ubay

Bagikan:

Lewat KKN-PPM, Universitas Bung Hatta Perkuat Progrm Keberlanjutan dan Nagari Mandiri

Universitas Bung Hatta secara resmi melepas secara simbolik sebanyak 1.066 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Tematik (KKN-PPM) Tahun 2026 yang akan mengabdi di Sumatra Barat, Kerinci, dan Malaysia pada 1-31 Agustus 2026 mendatang.

Pelepasan simbolik ini mengusung tema "KKN-PPM (T) Universitas Bung Hatta Mewujudkan Penguatan Nagari Mandiri Berbasis Ketahanan Pangan, Literasi Digital, dan Kelestarian Lingkungan" yang berlangsung di Bung Hatta Convention Hall, Kampus Proklamtor I Universitas Bung Hatta pada 31 Juli 2026.

Ketua Pengelola KKN-PPM Universitas Bung Hatta menyampaikan para mahasiswa tersebut akan ditempatkan pada 32 nagari di empat kabupaten di Provinsi Sumatera Barat untuk pelaksanaan KKN Reguler. Selain itu, Universitas Bung Hatta juga mengirim mahasiswa untuk KKN Mandiri di Kabupaten Kerinci serta KKN Internasional di Negeri Sembilan dan Kuala Lumpur, Malaysia.

"Program KKN-PPM ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat dan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap seluruh mahasiswa mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menegaskan program KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi yang sesuai dengan kapasitas keilmuan sebagai intelektual muda yang hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Program KKN ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih sesuai dengan kapasitas keilmuan mahasiswa sekaligus menjadi sarana pengembangan soft skill. Atas nama pimpinan Universitas Bung Hatta, kami berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga diri, menjaga nama baik almamater, karena saudara semua secara tidak langsung menjadi duta Universitas Bung Hatta di tengah masyarakat," ujar Prof. Diana Kartika.

Rektor juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan media digital secara bijaksana selama pelaksanaan KKN. Seluruh mahasiswa diminta mendokumentasikan setiap aktivitas pengabdian melalui foto maupun video yang kreatif, edukatif, santun, dan tidak bertentangan dengan norma masyarakat maupun ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain itu, mahasiswa juga diminta membangun kerja sama tim yang solid, memahami budaya masyarakat setempat, menghormati adat istiadat, serta menaati berbagai aturan yang berlaku di daerah penempatan. Pengalaman tersebut akan membentuk mahasiswa menjadi pribadi sociopreneur yang memiliki karakter Kebunghattaan, yakni cerdas, berintegritas, peduli, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Hatta, Ir. Mardiansyah Boestamar, S.T., M.T., M.B.A., memberikan motivasi kepada seluruh peserta KKN agar menjadikan masa pengabdian sebagai proses pembelajaran yang sesungguhnya. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menekankan tiga modal utama yang harus dimiliki mahasiswa untuk meraih kesuksesan di masa depan, yaitu mampu menghargai waktu, menghargai orang lain, dan menghargai diri sendiri.

"Ilmu sejati bukan hanya mampu menyelesaikan persoalan di ruang kuliah, tetapi bagaimana mampu menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat. Melalui KKN ini mahasiswa akan belajar memahami kearifan lokal, membangun komunikasi, bekerja sama, sekaligus mengamalkan pesan Rektor untuk menjaga nama baik almamater dan menghormati budaya masyarakat," kata Mardiansyah yang saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Hukum, Kepegawaian, dan Tata Laksana LLDIKTI Wilayah X, Reri Anton, S.T., M.M., mengingatkan keberhasilan KKN sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa membangun hubungan sosial dengan masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan kepekaan sosial, menjaga kesantunan, disiplin, serta menghormati adat dan budaya di lokasi pengabdian.

"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat. Sikap santun, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat akan menjadi modal penting dalam menyukseskan program KKN sekaligus mencerminkan kualitas lulusan perguruan tinggi," ujarnya.

Turut memberikan arahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU, menyampaikan kehadiran mahasiswa di nagari diharapkan mampu menjadi penggerak inovasi pembangunan desa. Program-program yang dilaksanakan diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat, mendorong ketahanan pangan, meningkatkan literasi digital, serta mendukung pelestarian lingkungan yang menjadi fokus pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan KKN-PPM (T) Tahun 2026 ini, memberikan dampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), Berkurangnya Kesenjangan (SDG 10), Kota dan Permukiman Berkelanjutan (SDG 11), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.