Lewati ke konten utama
Magister LTBI Universitas Bung Hatta Gelar General Lecture Bahas Linguistik Terapan Bahasa Inggris dan  Karier di Era AI Fakultas
Selasa, 08 September 2026
Ubay

Bagikan:

Magister LTBI Universitas Bung Hatta Gelar General Lecture Bahas Linguistik Terapan Bahasa Inggris dan Karier di Era AI

Program Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris (S2 LTBI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta menyelenggarakan General Lecture bertema “Linguistik Terapan Bahasa Inggris di Era Artificial Intelligence (AI): Membangun Karier Global melalui Riset, Inovasi, dan Teknologi” pada 5 September 2026.

Kegiatan secara daring melalui Aplikasi Zoom Meeting ini diawali dengan sambutan Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, serta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, Ph.D. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh Temmy Thamrin, Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, sebagai moderator.

Tiga narasumber hadir dengan perspektif dan fokus kajian yang saling melengkapi. Rahmi H. Aoyama, Ph.D., dosen Northern Illinois University, Amerika Serikat, sekaligus alumni Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, membahas "Tren Global Linguistik Terapan Bahasa Inggris dan Peluang Karier Akademik.” Dalam paparannya, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan linguistik terapan dalam konteks global serta peluang karier yang dapat dikembangkan melalui kompetensi akademik, riset, dan kemampuan bahasa.

Narasumber berikutnya, Ratrika Pristy Nugrahaeni, B.Ed., Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA) di Northern Illinois University, Amerika Serikat, menyampaikan materi “Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Artificial Intelligence.” Materi tersebut menyoroti perubahan dalam pembelajaran bahasa di tengah perkembangan teknologi serta pentingnya memanfaatkan AI secara kreatif, tepat, kritis, dan bertanggung jawab dalam proses pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta, Dr. Yusrita Yanti, S.S., M.Hum., membawakan materi “Pragmatik dan Critical Discourse Analysis untuk Menjawab Tantangan Komunikasi Kontemporer.” Ia menjelaskan bahwa komunikasi di era digital dan AI tidak cukup dipahami hanya berdasarkan makna literal. Konteks, maksud, makna tersirat, representasi, relasi kekuasaan, ideologi, hingga potensi bias juga perlu dicermati secara kritis.

Melalui berbagai contoh komunikasi sehari-hari, media digital, pendidikan, hukum, dunia kerja, mock interview, hingga interaksi manusia dengan AI, peserta diajak memahami peran pragmatik dalam menafsirkan makna berdasarkan konteks. Sementara itu, Critical Discourse Analysis (CDA) digunakan untuk mengkritisi bagaimana bahasa membentuk representasi realitas, identitas, relasi kekuasaan, dan kepentingan tertentu.

Dalam diskusi tersebut mengemuka pandangan bahwa literasi AI menjadi kompetensi penting bagi masyarakat modern. Penguasaan teknologi tidak hanya berarti kemampuan menggunakan berbagai platform digital, tetapi juga kemampuan mengevaluasi informasi dan keluaran AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Dr. Yusrita Yanti, S.S., M.Hum mengatakan salah satu pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa kompetensi komunikasi kontemporer merupakan perpaduan antara language skills, pragmatic competence, critical discourse awareness, serta digital and AI literacy.

"Kompetensi tersebut diperlukan agar seseorang tidak hanya mampu berkomunikasi secara efektif, tetapi juga memahami konteks, mengenali potensi bias, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan secara kritis," ungkapnya.

Ditambahkannya, General Lecture ini juga menunjukkan Linguistik Terapan Bahasa Inggris memiliki karakter lintas disiplin. Penerapannya tidak terbatas pada bidang bahasa dan pendidikan, tetapi juga relevan dengan ekonomi dan manajemen, komunikasi dan media, pariwisata, hukum, teknologi dan informatika, serta berbagai bidang profesional yang melibatkan bahasa, komunikasi digital, dan AI.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa, dan peserta umum dari berbagai latar belakang ini berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kasus, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu bahasa, komunikasi, dan kecerdasan buatan semakin relevan untuk dikaji seiring perubahan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja global.

"General Lecture ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan linguistik terapan di tengah pesatnya transformasi digital dan pemanfaatan AI," imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Program Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta terus mendorong terciptanya atmosfer akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi global dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.

Sebagaimana pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut, “Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin kritis.” Melalui General Lecture ini, mahasiswa dan masyarakat akademik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga tumbuh sebagai pembelajar, peneliti, dan profesional yang kritis, adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan wawasan akademik serta penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan karier dan dunia kerja global.