Fakultas
Mahasiswa dan Dosen Teknik Elektro Universitas Bung Hatta Buat Inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel
Mahasiswa dan dosen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta terus mendorong pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan melalui inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel.
Inovasi ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendukung pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pada kendaraan konvensional.
Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM Dosen pengampu sekaligus pembimbing mahasiswa Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi Program Studi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, menyebutkan, kegiatan pengembangan tersebut mendapat dukungan pendanaan Direktorat Inovasi, Riset Pengabdian Masyarakat dan Kemitraan.
Hidayat juga menyebutkan, bahwa becak elektrik hybrid solar panel tersebut dikembangkan melalui proses konversi kendaraan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bertenaga listrik. Sistem penggeraknya menggunakan motor Brushless Direct Current (BLDC) yang dipadukan dengan baterai sebagai sumber energi utama.
“Konsep utama penelitian dan pengembangan ini adalah melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik dengan memanfaatkan motor BLDC dan baterai, solar panel ditambahkan sebagai sumber energi untuk membantu pengisian baterai sehingga dapat meningkatkan jarak tempuh kendaraan,” ujar Dr. Hidayat.
Dijelaskan juga, penggunaan motor BLDC dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan untuk aplikasi kendaraan listrik, antara lain efisiensi yang baik, konstruksi yang relatif sederhana, serta kebutuhan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan motor berbasis mesin pembakaran internal.
Solar panel menjadi bagian penting dalam konsep hybrid yang dikembangkan. Panel surya dipasang pada kendaraan untuk memanfaatkan energi matahari dan menghasilkan energi listrik. Energi tersebut kemudian digunakan untuk membantu menyuplai atau mengisi sistem baterai kendaraan.
Dengan konsep tersebut, kendaraan tidak hanya mengandalkan energi yang tersimpan di dalam baterai, tetapi juga memanfaatkan potensi energi matahari. Kehadiran solar panel diharapkan dapat membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi yang memungkinkan panel menerima paparan sinar matahari secara optimal.
Pengembangan becak elektrik ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa. Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi terlibat secara langsung dalam proses perancangan, konversi sistem penggerak, pemasangan komponen kelistrikan, hingga pengujian kendaraan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam bidang kelistrikan dan elektronika daya, tetapi juga memahami secara langsung penerapan teknologi kendaraan listrik, sistem baterai, motor BLDC, dan energi surya dalam sebuah produk nyata.
Menurut Dr. Hidayat, pengembangan kendaraan listrik berbasis energi terbarukan memiliki peluang yang cukup besar untuk terus dikembangkan, khususnya untuk kendaraan dengan kebutuhan mobilitas jarak pendek dan penggunaan di kawasan perkotaan.
“Ke depan, sistem ini masih dapat dikembangkan, baik dari sisi kapasitas baterai, efisiensi motor, kapasitas solar panel, sistem manajemen baterai maupun sistem monitoring berbasis IoT. Dengan pengembangan lebih lanjut, kendaraan seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel ini menunjukkan komitmen Universitas Bung Hatta dalam mendorong riset terapan yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Dukungan pendanaan dari LPPM Universitas Bung Hatta menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan penelitian yang menghasilkan prototipe teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain menjadi sarana penelitian dan pembelajaran, inovasi ini diharapkan dapat menjadi embrio pengembangan kendaraan listrik sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan motor BLDC sebagai penggerak dan solar panel sebagai sumber energi tambahan juga sejalan dengan upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Ke depan, tim peneliti berencana melakukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui performa kendaraan, efisiensi energi, kontribusi solar panel terhadap pengisian baterai, serta peningkatan jarak tempuh yang dapat diperoleh.
Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe penelitian, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi teknologi kendaraan listrik yang memiliki nilai manfaat, nilai ekonomi, dan potensi untuk diterapkan di masyarakat.
Pengembangan inovasi ini juga memberikan dampak yang relevan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau dan SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik berbasis riset terapan di perguruan tinggi dan pengembangan teknologi di lingkungan pendidikan tinggi.