Lewati ke konten utama
Mahasiswa Universitas Bung Hatta Raih Lima Penghargaan dan Grand Champion Global Youth Conference di Mesir Kemahasiswaan
Selasa, 08 September 2026
Ubay

Bagikan:

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Raih Lima Penghargaan dan Grand Champion Global Youth Conference di Mesir

Mahasiswa Universitas Bung Hatta berhasil memborong lima penghargaan sekaligus dan dinobatkan sebagai Grand Champion dalam ajang Global Youth Conference (GYC) 2026 yang berlangsung pada 5–6 September 2026 di Embassy The Republic of Indonesia, Cairo, Mesir.

Prestasi tersebut diraih oleh Marsha Putri Salsabila mahasiswa TRET dan Tessalonika Manurung mahasiswa Ilmu Hukum melalui karya inovatif berjudul “GEN-RE (Green Energy Network & Regulation): Development of Renewable Energy Microgrids Based on the Internet of Things (IoT) with a Distribution System Communal Law”. Karya tersebut mengangkat gagasan pengembangan energi terbarukan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) sebagai salah satu solusi inovatif dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Dalam kompetisi internasional tersebut, delegasi Universitas Bung Hatta berhasil meraih Grand Champion of Global Youth Conference, 1st Winner of Global Youth Conference, Best Presentation of Global Youth Conference, Best Paper of Global Youth Conference, dan Best Poster of Global Youth Conference.

Global Youth Conference 2026 diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Pakistan, Aljazair, Maroko, Thailand, Suriah, Mesir, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan kompetisi ini sebagai ruang pertukaran gagasan lintas budaya sekaligus ajang pembuktian kapasitas generasi muda dalam menjawab isu-isu global.

Tessalonika Manurung mengungkapkan perjalanan menuju Mesir menjadi pengalaman yang penuh tantangan sekaligus berkesan. Berangkat tanpa rombongan dan membawa tekad untuk memberikan yang terbaik serta mengharumkan nama Universitas Bung Hatta di panggung internasional.

“Keberanian untuk melangkah dan menyampaikan gagasan di tengah kompetisi internasional menghasilkan pencapaian yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Di antara delegasi dari berbagai belahan dunia, tim Universitas Bung Hatta berhasil meraih penghargaan tertinggi sekaligus menyapu berbagai kategori penilaian.

Menurutnya kemenangan ini bukan sekadar piala atau deretan gelar, melainkan bukti bahwa batas tak pernah benar-benar ada bagi mereka yang mau melangkah. Dari sudut ruang kelas Universitas Bung Hatta hingga ke panggung internasional di Mesir, gagasan kita layak didengar dunia.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada dosen, mahasiswa dan alumni Universitas Bung Hatta, keluarga, dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Capaian ini merupakan hasil dari semangat, dukungan, dan doa banyak pihak yang menjadi bagian dari perjalanan prestasi tersebut," sebutnya.

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswa Universitas Bung Hatta pada ajang internasional tersebut.

“Prestasi ini bukan hanya membanggakan Universitas Bung Hatta, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan, gagasan, dan daya saing untuk tampil di tingkat global,” ujar Prof. Dr. Diana Kartika.

Ia menambahkan keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik. Universitas Bung Hatta, lanjutnya, terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga keberanian untuk mengambil peluang dan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan global.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Bung Hatta lainnya untuk terus berkarya dan berani melangkah melampaui batas,” tambahnya.

Prestasi mahasiswa Universitas Bung Hatta di Global Youth Conference 2026 turut mendukung pencapaian SDGs 4 (Quality Education), SDGs 7 (Affordable and Clean Energy) dan SDGs 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan kualitas pendidikan dan kapasitas generasi muda dalam pengembangan energi terbarukan.