Mensos di UBH, Bank Tidak Berpihak Pada Masyarakat Miskin Berita Terbaru
Kamis, 26 April 2007
Universitas Bung Hatta

Mensos di UBH, Bank Tidak Berpihak Pada Masyarakat Miskin

Bank tidak berpihak pada masyarakat miskin. Untuk merubahnya perlu kemauan politik. Demikian ditegaskan Mentri Sosial, Bachtiar Chamsyah, S.E., M.Si., saat membuka seminar nasional 'Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana' di Univ.Bung Hatta, Kamis (26/4). Sebagai contoh, Mensos menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI). "BRI yang sampai ke pelosok desa, lewat program Kukesra memberikan pinjaman pada orang miskin dengan bunga 27 persen, sementara untuk pedagang, bank plat merah tersebut hanya memberi bunga 12 persen," ujar Bachtiar Chamsyah. Sebab, jelas Mensos,pihak bank kurang percaya pada warga miskin hidup berpencar-pencar di pelosok desa bisa melunasi hutangnya, sehingga bank menetapkan bunga lebih tinggi. "Untuk merubahnya, perlu kemauan politik dan terobosan agar orang miskin bisa menikmati uang bank," Bachtiar kembali menegaskan. Harus ada komitmen politik. Sebab, jika diharapkan dari APBN, berapa puluh tahun kemiskinan di Indonesia tak akan selesai. Sementara di satu sisi, karena bank uangnya banyak, dengan kecerdikannya membeli SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Sementara, Prof DR Sri Edi Swasono Nitidiningrat dalam makalahnya berjudul "Menelusuri paradigma Ekonomi Indonesia : Menghadapi Millenium III, Pancasila Sebagai Platform Nasional Pemersatu Bangsa" mempertanyakan mengapa dinegeri yang kaya raya, ditanah yang subur dan laut yang luas rakyat miskin bertambah banyak dan pengangguran meluas ?Akibatnya, kita mengekspor TKI/TKW "Mentah" sebagai "Slaves", beda dengan negara-negara lain seperti di Afrika yang juga penduduknya banyak miskin, mereka tidak ada melakukan ekspor TKW, apakah kita telah termakan skenario kultural dari luar, pola pikir atau mind-set kita sengaja diformat secara canggih sehingga kita benar-benar merasa sebagai bangsa kuli dan kulinya bangsa-bangsa lain, jelas Sri Edi. Pada sesi lain, Direktur Pusat dan Pengambangan Ekonomi Kerakyatan (PUSKAPERA) Universitas Bung Hatta, Dr Syafrizal Chan SE MSi dalam makalahnya berjudul "Hattanomics, Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat" mengungkapkan pemikiran pembangunan ekonomi yang dikemukakan Bung Hatta sangatlah jauh kedepan melampaui waktu ketika disampaikan, pemikiran Bung Hatta selalu mendahului zamannya dan snagat banyak apa yang dikemukakan Bung Hatta pada puluhan tahun lalu ternyata sekarang ditemui. Misalnya, pemikiran mengenai letak otonomi, kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat sendiri, hal ini diakibatkan karena Bung Hatta lahir ditengah-tengah lingkungan masyarakat yang banyak menderita dan ingin segera bangkit dari kekejaman penjajah.***