Berita Terbaru
Kamis, 22 Juli 2010
Universitas Bung Hatta
OPPEK Ciptakan Mahasiswa Cerdas dan Kompetitif
Ada yang berbeda pada Workshop OPPEK tahun 2010 yang diselenggarakan Program Hibah Kompetisi Insitusi Universitas Bung Hatta (UBH) di ruang sidang rektor, Kamis (22/7).OPPEK (Orientasi Pengembangan Pendamping Kemahasiswaan) diperuntukkan secara khusus kepada seluruh Ketua Program Studi, Wakil Dekan dan Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan UBH.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UBH Prof.Dr. Hafrijal Syandri, MS yang akan berlangsung berlangsung selama tiga hari mulai Kamis-Sabtu (22-24/7). Worskshop OPPEK tersebut merupakan program yang digagas oleh pihak universitas yang di danai dari Program Hibah Kompetisi Insitusi (PHK-I) DIKTI dalam rangka menyamakan persepsi tentang pola-pola pengembangan dan pendampingan kemahasiswaan di perguruan tinggi.
Wakil Rektor III UBH, Dra. Susi Herawati,MPd mengatakan, tujuan OPPEK antara lain adalah untuk mengetahui kondisi kemahasiswaan di perguruan tinggi, pola pengembangan kemahasiswaan secara nasional, memahami dinamika kehidupan mahasiswa, memahami sejumlah gaya kerja, mampu menerapkan gaya kerja dalam bernegosiasi.
Ia juga mengatakan bahwa OPPEK itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan terstruktur yang diselenggarakan untuk membantu para pendamping mencapai kesepakatan tentang cara-cara yang sebaiknya diterapkan dalam menangani masalah-masalah kemahasiswaan di perguruan tinggi masing-masing. Landasan dasar pelaksanaan OPPEK ini adalah Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Menurutnya lagi, dalam menjalankan kegiatan-kegiatan selama workshop, para peserta akan didampingi oleh Budi Utomo Kukuh.W dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai pemandu. Pemandu bukanlah pengajar dan hanyalah menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan, menyiapkan bahan yang dibutuhkan, serta menjadi mediator dalam diskusi-diskusi yang diadakan untuk menyimpulkan hasil eksperimen.
Dalam materi workshop, Susi Herawati mamaparkan bahwa, dari berbagai hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesuksesan mahasiswa tidak hanya dilihat dari faktor kemampuan kognitif semata, tapi juga faktor kemampuan soft skill turut menentukan. Faktor kognitif hanya menyumbangkan 20% kesuksesan mahasiswa, sedangkan faktor soft skill menyumbangkan 80% karena soft skill merupakan keahlian seorang mahasiswa bagaimana bisa hidup sukses di dunia kerja dan di tengah-tengah masyarakat.
Di tingkat perguruan tinggi kemampuan soft skill sudah dimasukkan melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seperti pelatihan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Lebih lanjut, WR III UBH itu menambahkan bahwa tidak hanya soft kill yang dibutuhkan para mahasiswa untuk berperan aktif dan berkreasi tetapi juga membutuhkan lebih banyak membaca dan berkomunikasi untuk bisa menghasilkan karya-karya terbaik dan berkualitas.
Ia berharap, hasil dari workshop OPPEK itu antara lain dapat merumuskan visi mahasiswa Indonesia cerdas dan kompetitif dan misi untuk mengembangkan kapabilitas intelektual mahasiswa, menumbuhkembangkan kreativitas dan semangat kewirausahaan untuk meningkatkan daya saing bangsa, meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan, dan moral mahasiswa, serta menanamkan rasa nasionalisme sebagai warga negara Indonesia.