Penelitian Industri Maritim Kota Padang Berita Terbaru
Selasa, 02 Agustus 2005
Universitas Bung Hatta

Penelitian Industri Maritim Kota Padang

Pemkot Padang sudah seharusnya merealisasikan pengembangan industri perikanan yang berbasis kerakyatan kecil, menengah, dan yang berskala besar. Pengembangan industri tersebut sudah selayaknya dilakukan karena, sebagai salah satu kota yang memiliki potensi maritim terbesar di Sumatera Barat. Demikian disampaikan Ketua Program Pascasarjana Pesisir dan Kelautan Universitas Bung Hatta Dr. Ir. Agustedi,MS di sela-sela diskusi penelitian Pengembangan Industri Maritim Kota Padang yang sedang dilakukan Puslitbang Perikanan Universitas Bung Hatta , Senin (1/8). Menurut Tedi, luas laut yang besar belum mampu memberikan penghasilan yang besar bagi pemkot. Sebaliknya, potensi kekayaan laut justru banyak dirusak dengan cara pencemaran maupun berbagai tindakan yang melanggar hukum. "Potensi bahari kita demikian besar dan baru sebagian kecil yang dimanfaatkan. Kita menyadari, Pemkot Padang untuk mengembangkannya ada banyak kendala dan tantangan besar yang harus dihadapi," kata Tedi. Menurut catatan, ia menambahkan, selama ini sumbangan yang masuk melalui pendapatan nasional bruto dari potensi laut sekitar 3 persen, sebuah angka yang kecil dibandingkan dengan potensi yang terkandung di dalamnya. Untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan, Doktor yang juga staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta ini mengimbau para investor yang berminat di sektor perikanan untuk segera menanamkan modalnya di bidang ini. Hal itu, lanjutnya, mengingat minat masyarakat terhadap sektor yang satu ini terbilang besar. Sektor lain Potensi lain yang tidak boleh diabaikan, menurut nya, ialah industri wisata bahari dan industri kemaritiman lainnya. Sayangnya, peluang tersebut sampai saat ini belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat dan pemerintah. Industri wisata bahari jika dikelola dengan benar, katanya, akan memberikan sumbangan yang besar bagi masyarakat setempat maupun pembangunan bangsa. Menurutnya lagi, industri penunjang lainnya yang tidak kalah penting adalah industri perkapalan dan pelayaran serta industri perikanan yang berbasis kerakyatan kecil, menengah. Pemkot memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri perkapalan, baik milik pemerintah maupun industri perkapalan rakyat. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jerro Wacik di sela-sela acara pembukaan Lomba Perahu Naga International III bahkan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Pemko Padang merupakan salah bentuk yang strategis dalam memposisikan sektor industri wista maritim dalam bentuk olah raga yang merupakan salah satu andalan penghasil devisa. Sedangkan bagi Pemkot Padang sendiri, iven lomba perahu naga international ini adalah salah satu bentuk pengembangan industri kemaritiman berbentuk olah raga. Melihat dari sambutan dan antusiasnya perhatian warga terhadap iven ini membuktikan bahwa dengan sendirinya masyarakat telah mencintai dan mendukung pengembangan industri kemaritiman khususnya industri wisata bahariindustri. Memang sudah seharusnya Pemkot Padang menjadikan iven ini sebagai salah satu kelender tahunan. Walikota Padang Drs.H.Fauzi Bahar juga mengungkapkan, jika perhatian terhadap laut seimbang dengan perhatian di darat, bangsa ini kemungkinan terhindar dari krisis. "Ke depan, sesuai dengan ajakan Presiden saat peringatan hari nusantara, kita akan berusaha mengembangkan potensi kelautan," ucapnya.