Berita Terbaru
Kamis, 21 Mei 2009
Universitas Bung Hatta
Pesawat Aeoromodeling, Efektif Untuk Promosi Udara
Klik : [link=http://www.kompas-tv.com/content/view/17044/2/]kompas.tv[/link]
Prototipe pesawat aeromodeling rancangan Syaifa Mulyadi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Bung Hatta , ternyata tidak hanya untuk olah raga kerdigantaraan. Tetapi peswat mini tanpa awak itu juga bisa digunakan kegitan promosi melalui udara.
Hal Itu terlihat, hari Kamis, 21/5 kemarin, ketika Pak Coy panggilan sehari-hari Syaifa bersama dengan Minang Aeoromodeling, menerbangkan spanduk bertuliskan Universitas Bung Hatta dengan pesawat aeromodeling di kawasan Ketaping, Kab.Pariaman.
Menurut David, pilot Minang Aeoromodeling, sebuah pesawat aeoromodeling mampu menerbangkan spanduk se ukuran 8 meter dengan lebar 90 cm dengan radius 5 Km serta ketinggian lebih dari 1 Km, sedangkan lamanya terbang tergantung dari kapasitas tanki bahan baker, namun rata-rata kapasitas tanki yang tersedia hanya untuk setengah jam.
David menambahkan, harga sebuah pesawat aeromodeling relative mahal seperti pesawat yang pengendalinya menggunakan radio control (RC). Harga pesawat jenis tersebut rata-rata mencapai jutaan rupiah. Misalnya, pesawat jenis Cessna 182 tenaga baterei buatan Indonesia harganya berkisar Rp 1 juta- 2 jutaan.. Bahan bakarnya, biasa dipakai metanol atau nitro metanol dan castrol oil. Umumnya pesawat-pesawat ini, hanya mampu mengangkasa sekitar 15 sampai 20 menit. Namun, David mengatakan para pengrajin rumahan pun bisa memproduksi pesawat-pesawat aeromodeling itu, hanya mesinnya saja yang memang harus di import. aMulai dari penentuan kayu, proses pembuatan, hingga pengecatan, dan siap terbang, biayanya sekitar Rp. 3 juta-ana, tambah David.
Selain menikmati sensasi di udara, hobi aeoromodeling ini juga bisa mendatangkan uang dan promosi, seperti yang dilakukan Pak Coy dan David yang baru saja membawa terbang spanduk Universitas Bung Hatta sebagai ajang promosi.