Berita Terbaru
Jumat, 09 September 2011
Universitas Bung Hatta
PKKMB UBH : MAHASISWA DIBEKALI MATERI MITIGASI BENCANA
Tahun akademik 2011/2012, Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ( PKKMB) Universitas Bung Hatta, salah satu materi yang diberikan adalah tentang mitigasi bencana, selain dari kegiatan orientasi mahasiswa baru untuk mengenal kampusnya.
Menurut ketua pelaksana PKKMB Dra. Susi Herawati,MPd, materi tentang mitigasi kebencanaan itu perlu diberikan karena wilayah Sumatera Barat termasuk daerah yang rawan bencana, terutama bencana gempa.
Ia menambahkan, fenomena alam yang terjadi sungguh tak dapat diterka dan sering di luar logika kita. Ini dapat dilihat dalam peristiwa tsunami di Aceh, Mentawai, dan bencana lainnya.
aBencana alam seharusnya menjadi pembelajaran sekaligus guru yang berharga bagi kita maupun pemerintah, Untuk itu, upaya meminimalisasi korban sangat penting dibutuhkan. Langkah antisipasi perlu disiapkan dari jauh-jauh hari sehingga pada saat bencana alam terjadi, masyarakat siap menyelamatkan diria. Imbuh Susi.
Walaupun menurut Susi, kegiatan yang dilaksanakan itu hanya berupa pemberian materi. Namun, materi yang di berikan oleh Ketua Pusat Studi Bencana UBH Ir. Indra Farni, MT cukup membuka wawasan dan memberikan pengenalan langkah-langkah yang harus dilaksanakan jika bencana terjadi.
Indra Farni dalam pemaparannya mengatakan, pendidikan mitigasi bencana atau disaster education di Jepang dilakukan dengan tujuan: (1) memberi informasi pada masyarakat tentang pengetahuan yang benar mengenai bencana, (2) memberi pemahaman tentang perlindungan secara sistematis, (3) membekali masyarakat atau mahasiswa melalui practical training bagaimana melindungi dirinya dan bagaimana mereka bisa merespons bencana tersebut secara tepat dan cepat.
Informasi yang diberikan kepada mahasiswa juga bisa dalam bentuk informasi dasar (misalnya tentang mengapa gempa bumi terjadi), teknik dan perencanaan untuk mengurangi risiko bencana, pengetahuan tentang respons darurat, respons terhadap api, mengamankan diri mereka dari bahaya, evakuasi, dan pertolongan pertama.
Ia menambahkan, pendidikan mitigasi bencana menjadi penting. Yang bisa diterapkan adalah pendidikan mitigasi bencana terpadu, yaitu konsep yang merujuk pada satu tindakan mengurangi dampak suatu mengantisipasi, mendidik atau melatih dan menginformasikan adalah kunci untuk mengurangi efek mematikan dari bencana alam. Unsur ketidaksiapan bencana, termasuk untuk mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan ditemukan pada bencana-bencana sebelumnya. Sayangnya, aktivitas-aktivitas semacam itu kurang diberi perhatian.
aKita berharap, mahasiswa-mahasiswa ini lah yang akan menjadai agen dan pelaku dalam pendidikan mitigasi bencana kepada masyarakat, mereka kita harapkan yang paling depan bagaimana memandu dan menenangkan masyarakat, jika bencana itu datinga tambah Indra Farni mengakhiri.(indrawadi-humas)