PSLH-UBH Dirikan Bank Sampah menuju Green Campus Berita Terbaru
Kamis, 07 April 2011
Universitas Bung Hatta

PSLH-UBH Dirikan Bank Sampah menuju Green Campus

Sampah merupakan masalah serius disetiap kota. Berbagai upaya mengatasinya telah dilakukan, namun hasilnya belum maksimal. Bank Sampah diajukan sebagai solusi yang ditawarkan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Bung Hatta, karena Kampus merupakan salah satu lokasi yang digunakan sebagai sarana pembelajaran baik teori maupun praktek. Setiap kampus akan berlomba-lomba menjadikan sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dunia (world class university). Salah satu syarat kampus memperoleh predikat berkualitas dunia adalah dengan cara turut berpartisipasi menyelesaikan permasalahan global, khususnya pengelolaan lingkungan. Pengelolaan sampah merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan yang harus didukung karena berkaitan dengan green-campus. Hal itu disampaikan Wakil Rektor I UBH Dr.Eko Alvares,MSAA, saat sosilisasi Bank Sampah, di Aula Balairung Caraka Kampus I UBH. Menurut rencana bank sampah itu akan diresmikan oleh Walikota Padang Fauzi Bahar, Jumat (8/4) di kampus III Fakultas Teknologi Industri Gunung Pangilun. Ia juga mengatakan, terciptanya kampus yang bersih, sehat dan nyaman merupakan faktor utama yang mendorong kampus mendapat predikat green campus. Hal ini mendapat perhatian serius dari PSLH-UBH. Menurutnya lagi, ada beberapa indikator yang dijadikan ukuran kampus memenuhi kriteria green-campus, diantaranya efisiensi pengelolaan sampah dalam penyelanggaraan pendidikan dan pengajaran. Tujuan terselanggaranya green-campus selain untuk menciptakan kampus kawasan hijau juga sebagai tahap awal sosialisasi menumbuhkan kesadaran. Ketika kesadaran tumbuh dari kampus, maka mudah diterapkan di masyarakat dengan melihat contoh nyata yang ada di kampus. Pihak perguruan tinggi harus kritis terhadap pengelolaan sampah untuk mewujudkan kampus berkualitas dunia. Sementara itu, Dr. Eng. Reni Desmiarti, MT, pengarah Bank Sampah PSLH-UBH mengatakan, imbauan melalui sosialisasi bahkan sampai mengeluarkan peraturan daerah (Perda) ternyata belum bisa membangun kesadaran masyarakat. Solusi berupa konsep sekaligus aplikasi Bank Sampah dimunculkan PSLH-UBH yang berlokasi di Kampus III Fakultas Teknologi Industri untuk mengatasi persoalan sampah tersebut. Ia juga mengatakan, solusi itu diajukan sebagai bentuk respons terhadap persoalan sampah yang mendesak diselesaikan. Konsep Bank Sampah yang dimaksudkan yakni mengelola secara mandiri sampah untuk di daur ulang. Sampah yang didaur ulang berupa sampah plastik, botol, kertas, dan kaleng minuman ringan. Sampah ini akan diubah menjadi barang setengah jadi, yang bisa dimanfaatkan kembali. Ia menambahkan, konsep Bank Sampah PSLH-UBH itu mengapdopsi Dari Bank Sampah Gemah Ripah Badegan Bantul, Jogyakarta. Paradigma pengelolaan sampah selama ini yakni, kumpul, angkut, buang, dan bakar, sepertinya sudah tak layak dipakai. Tetapi sudah saatnya diganti dengan pendekatan 5R, Rethink (memikirkan), Reduce (membatasi/mengurangi), Reuse (memakai ulang), Recovery (memperbaiki), dan Recycling (daur ulang), sudah saatnya dikenalkan di masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi volume sampah dan mengubah pemikiran masyarakat yang menganggap sampah adalah barang kotor dan menjadi urusan pemerintah setelah dibuang. "Sekarang masyarakat harus disadarkan jika sampah adalah tanggung jawab bersama. Sampah adalah 'lahan emas' yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup," tutur Reni (**Indrawadi)