Rektor UBH Tidak Matikan Demokrasi Berita Terbaru
Minggu, 06 Februari 2005
Universitas Bung Hatta

Rektor UBH Tidak Matikan Demokrasi

Universitas Bung Hatta (UBH) membantah pihaknya akan mematikan proses demokrasi di dalam kehidupan kampus tersebut, dengan melarang para mahasiswanya melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi. Karena masih ada cara-cara lain yang lebih bagus dan santun yang bisa digunakan mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya, baik kepada pihak rektorat, fakultas maupun dosen-dosen yang bersangkutan. Bantahan tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas UBH Indrawadi, yang ditemui di ruang kerjanya Rabu (22/9) untuk menanggapi pernyataan para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang. Dalam pernyataannya, HMI mengatakan bahwa perkataan Rektor UBH saat pembukaan orientasi pengenalan kampus untuk mahasiswa barunya beberapa hari lalu, yang melarang mahasiswa UBH untuk berdemonstrasi dalam menyampaikan aspirasi, sebagai sebuah tindakan dan upaya untuk mematikan proses demokrasi di dalam kehidupan kampus. Menurut Indrawadi, Rektor UBH tidak memiliki niat sedikitpun untuk mematikan proses demokrasi di kampus swasta terkenal di Sumbar tersebut. Karena menurutnya, rektor menghimbau mahasiswanya untuk menempuh cara-cara lain yang lebih santun dan baik dalam menyampaikan aspirasi, dan tidak mesti disampaikan melalui sebuah demonstrasi. “Jadi proses demokrasi sendiri justru diupayakan terus menerus agar tumbuh subur dalam suasana kampus ini. Karena kehidupan berdemokrasi merupakan salah satu ciri khas lembaga pendidikan tinggi yang harus terus dihidupkan. Jadi tidak mungkin rektor melarang mahasiswa berdemo karena ingin mematikan proses berdemokrasi,” ujarnya. (Nanang)