Riset Mahasiswa Universitas Bung Hatta Ungkap Pengaruh Warna Akuarium terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Lobster Capit Merah Fakultas
Jumat, 24 Juli 2026
Ubay

Bagikan:

Riset Mahasiswa Universitas Bung Hatta Ungkap Pengaruh Warna Akuarium terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Lobster Capit Merah

Warna latar belakang akuarium terbukti berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster capit merah remaja (Cherax quadricarinatus). Temuan tersebut merupakan hasil penelitian Nurghazalah Ghina Fadilah, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan (BDP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta dan telah lulus pada Wisuda Akademik ke-84.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 25 No. 2 edisi Juli 2026 melalui artikel berjudul Perbedaan Warna Latar Belakang Akuarium terhadap Performa Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Lobster Capit Merah Remaja (Cherax quadricarinatus).

Penelitian tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Amelia Sriwahyuni Lubis, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Budidaya Perairan, serta Prof. Dr. Hafrijal Syandri, S.Pi., M.S., dosen Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Pesisir, dan Kelautan (P2SPK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta.

Nurghazalah Ghina Fadilah menuliskan penelitian tersebut bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan warna latar belakang akuarium terhadap performa kelangsungan hidup dan pertumbuhan lobster capit merah remaja. Penelitian menguji empat warna latar belakang akuarium, yaitu transparan, biru, coklat, dan hitam.

"Berbagai parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot dan panjang absolut, laju pertumbuhan spesifik, faktor kondisi, koefisien variasi, feed conversion ratio (FCR), feed conversion efficiency (FCE), serta kualitas air," ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna latar belakang akuarium memberikan pengaruh yang signifikan terhadap performa lobster. Perlakuan menggunakan akuarium berlatar hitam menghasilkan performa terbaik, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 83 ± 5,77 persen, disertai pertumbuhan bobot yang lebih tinggi dan efisiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.

Sementara itu, pertumbuhan panjang absolut maupun koefisien variasi panjang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antarperlakuan. Seluruh parameter kualitas air selama penelitian juga berada pada kisaran optimal sehingga mendukung proses pemeliharaan lobster.

Menurut Nurghazalah, penggunaan warna latar belakang yang lebih gelap, khususnya coklat dan hitam, mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih sesuai bagi lobster capit merah. Kondisi tersebut diduga dapat mengurangi tingkat stres dan perilaku kanibalisme yang umum terjadi pada fase juvenil, sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup sekaligus efisiensi pertumbuhan.

Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pelaku usaha budidaya lobster air tawar untuk menggunakan wadah pemeliharaan dengan latar belakang gelap sebagai strategi sederhana, mudah diterapkan, dan berbiaya relatif rendah guna meningkatkan produktivitas budidaya.

Selain memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi budidaya, hasil penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi budidaya perikanan dan mendorong praktik akuakultur yang lebih berkelanjutan.