Berita Terbaru
Kamis, 21 April 2005
Universitas Bung Hatta
Sri Edi Swasono: "Bung Hatta tak pernah menentang membangun mal"
Pembangunan mal dan pusat-pusat perbelanjaan yang gencar dilakukan belakangan ini, sudah cenderung menjauh dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat kecil. Padahal, sejak puluhan tahun lalu, Bung Hatta telah menggagas program ekonomi kerakyatan, dan di dalamnya termasuk pembangunan mal dan pusat perbelanjaan besar seperti sekarang ini.
Demikian disampaikan pengamat ekonomi nasional, Sri Edi Swasono, saat memberikan sambutan dalam peringatan Dies Natalis ke-24 Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, yang dilaksanakan di aula Gedung B Kampus I UBH Ulakkarang Padang. Sri Edi menyebutkan, Bung Hatt tidak pernah menentang pembangunan mal dan pusat perbelanjaan besar, karena itu merupakan salah satu elemen untuk memajukan ekonomi masyarakat.
”Tapi syaratnya, 40 persen dari mal dan pusat perbelanjaan besar itu diperuntukkan bagi ekonomi rakyat. Dengan begitu, pembangunan mal tidak hanya bisa dirasakan ekonomi menengah atas, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat kecil. Cuma persoalannya, yang terjadi sekarang kan sudah terbalik. Untuk membangun sebuah mal, malah ekonomi kecil yang justru digusur. Ini yang sudah sangat menyimpang dari konsep ekonomi rakyat Bung Hatta,” kata Sri Edi.
Dalam peringatan Dies Natalis yang juga dihadiri unsur Muspida Sumbar tersebut, Rektor UBH Yunazar Manjang, memaparkan berbagai perkembangan serta persoalan yang dihadapi universitas swasta besar di Sumbar itu. Salah satunya adalah menurunnya jumlah mahasiswa baru yang diterima kampus ini.
”Tapi kecenderungan penurunan itu merupakan fenomena umum yang terjadi dalam dunia pendidikan nasional dewasa ini, terutama perguruan tinggi swasta. Penyebabnya, diperkirakan masih berkaitan dengan persoalan ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya,” ungkap Yunazar.
Untuk meningkatkan kembali jumlah mahasiswa, menurutnya, UBH sedang melaksanakan beberapa langkah guna memperbaiki citra, seperti perbaikan internal yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan dan pelaksanaan administrasi akademik melalui program e-campus, kuantitas serta mutu lulusan. Dalam proses belajar mengajar, juga sudah dilakukan perubahan paradigma dari teaching menjadi learning, sehingga saat ini, sudah diterapkan konsep pembelajaran berbasis kompetensi.
Dalam Dies Natalis tersebut, juga dilaksanakan orasi ilmiah oleh Ir Arnita MT, yang menyampaikan orasi berjudul ”Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan.” Arnita menyebutkan, kemajuan teknologi informasi dunia sangat mempengaruhi rancangan dan implementasi sistem informasi pendidikan di masa mendatang. Namun, yang justru menjadi pertanyaan besar adalah kesiapan para pendidik menggunakan kemajuan tersebut sesuai dengan kondisi ebyektif yang ada dalam lingkungan pendidikan.
Sumber : Nal- Padang Ekspres, 21 April 2004