Senin, 30 April 2012
Universitas Bung Hatta
Tak Mudah Membuat Pariwisata Ramah Lingkungan
Pemanasan global sudah semakin meningkat maka dari itu pembangunan ramah lingkungan sudah sangat mendesak. Salah satunya termasuk dalam pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan termasuk didalamnya pelestarian nilai-nilai budaya.
Demikian dikatakan oleh Ka. Pusat Studi Lingkungan UBH Prof.Dr. Nasfrizal Carlo,MSc, saat memberikan sambutan dialog interaktif Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan dengan Mantan Menteri Pariwisata kabinet Gotong Royong I Gede Ardika di Balairung Caraka, Kampus I UBH, Senin (30/4).
"Mengerakkan pariwisata agar ramah lingkungan tidak mudah. Kalau bicara ramah lingkungan berarti kita bicara hemat energi, dan lainnya. Tapi kalau ramah lingkungan dilihat secara holistik bisa dilakukan misalnya dengan menggerakkan produk kegiatan wisata yang ramah lingkungan. Selain itu bisa menjadikan pariwisata peduli lingkungan dan meningkatkan edukasi," ujarnya lagi.
Sementara itu, I Gede Ardika dalam paparannya dihadapan sekitar 300-an peserta sebelum sesi dialog mengatakan, belakangan ini Go Green sudah menjadi semacam gaya hidup masyarakat. Kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan yang mulai rusak dan pengaruh issue Global Warming melatarbelakangi masyarakat untuk mengubah gaya hidupnya agar lebih "ramah lingkungan".
Bersepeda, mendaur ulang barang bekas, memilah sampah kering saat membuang sampah, mengurangi penggunaan plastik, merupakan beberapa contoh yang dikampanyekan baik oleh pemerintah maupun komunitas-komunitas tertentu untuk diimplementasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan untuk mendorong kepariwisataan sebagai faktor pembangunan yang berkelanjutan, harus mematuhi kode etik kepariwisataan dunia antara lain, pembangunan kepariwisataan harus menjaga lingkungan hidup yang diarahkan untuk dapat memenuhi kebutuahn generasi, pembangunan kepariwisataan juga harus dapat mengurangi penggunaan sumberdaya yang langka sperti air dan energi, serta menghindari terbentuknya limbah dan sampah, selain itu infrastruktur dan kegiatan kepariwisataan harus di program untuk melindungi keanekaragaman hayati serti melestarikan spesies yang dilindungi. Dan wisata alam atau ekologi juga harus melindungi dan meningkatkan fungsi alam.
Menurutnya lagi, prinsip penyelenggaraan kepariwisataan harus memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup, memberdayakan masyarakat setempat, menjamin keterpaduan antar sektor, mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan international tentang wisata serta memperkukuh keutuhan negara.