Berita Terbaru
Selasa, 01 Agustus 2006
Universitas Bung Hatta
Teknik Ekonomi Konstruksi UBH, Belum diwisuda Lulusannya Sudah Dipinang
Era globalisasi dan otonomi daerah menuntut sumbedaya berkualitas dan siap pakai, maka diperlukan tenaga spesialisasi yang lebih khusus dalam jenjang pendidikan. Saat ini banyak pekerjaan profesioanl yang seharusnya ditangani oleh lulusan STM dan D3 dikerjakan oleh lulusan S1, sedangkan lulusan S1 tidak dididik untuk profesional. Untuk itu diperlukan tenaga yang profesional.
Profesi Teknik Ekonomi Konstruksi ( Quantity Surveying ) adalah profesi yang ahli dibidang ekonomi pembangunan untuk memastikan bahwa sumberdaya yang digunakan dalam suatu proyek pembangunan dapat bekerja maksimal dan seekonomis mungkin. Profesi ini dapat memberikan jasa konsultasi terhadap biaya pembangunan suatu proyek dan manajemen pelaksanaannya selama proses pembangunan. Profesi ini menitik beratkan kepada menaksir dan mengukur nilai dari biaya rencana, pelaksanaan dan pengawasan proyek.
Di Indonesia profesi QS sampai saat ini dilakukan oleh sebagian lulusan teknik arsitektur dan teknik sipil. Namun profesi ini belum terjangkau oleh kedua lulusan teknik ini secara maksimal, padahal profesi ini dituntut untuk profesional. Sampai saat ini belum ada satupun institusi di Indonesia yang melaksanakan program studi teknik ekonomi konstruksi secara formal. Oleh sebab itu profesi ini sangat dibutuhkan, dan program teknik ekonomi konstruksi di Universitas Bung Hatta merupakan yang pertama dan satu-satunya institusi pendidikn formal yang melaksanakan.
Untuk mengantisipasi kebutuhan profesi Qs dalam era globalisasi serta untuk mendidik lulusan perguruan tinggi menjadi seorang yang profesional, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta berdasarkan SK Mendiknas No 1332/D/T/2002 tanggal 5 Juli 2002, membuka dan menerima mahasiswa baru D3 Teknik Ekonomi Konstruksi.
Saat ini program studi Qs di UBH merupakan jurusan unggulan. Semua calon lulusan jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH tahun 2005 ini telah dipinang oleh perusahaan terkenal Quentity Surveying, seperti PT. EC Harris yang berpusat di London, PT. Korra Antar Lestari, PT. Juru Ukur Bahan Indonesia, dan PT. Kosprima Sarana Kuantitama.
aIni salah satu jurusan unggulan kita. Betapa tidak, 19 orang calon lulusan pertama yang diwisuda angkatan ke 42 kemaren sudah dipinang oleh perusahaan-perusahaan yang sudah go internasional. Malahan, permintaan terhadap lulusan satu-satunya jurusan yang ada di Indonesia ini mencapai 24 orang,a kata Pembantu Rektor I UBH, Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, M.Sc.
Carlo menjelaskan bahwa permintaan tersebut datang dari PT. EC Harris sebanyak 9 orang, PT. Korra 10 orang, PT. Juru Ukur Bahan 3 orang dan PT. Kosprima 2 orang serta UBH sendiri berencana merekrut dua orang lulusan sebagai dosen jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi tersebut.
Banyaknya permintaan terhadap lulusan jurusan yang dibuka tahun 2002 ini, menurut Carlo disebabkan karena jurusan Teknik Ekonomi Kosntruksi merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, sehingga lulusannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Tanpa saingan yang berarti mereka bisa mendapatkan lahan pekerjaan di bidang Quantity Survey.
aDisamping itu, lulusan Teknik Ekonomi Konstruksi ini juga sangat berkualitas, karena mendatangkan dosen dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) yang bergelar profesor dan doktor, di samping dosen UBH sendiri. Total dosen yang dimiliki jurusan ini berjumlah 18 orang. Perinciannya, 4 dosen dari UTM dan selebihnya dari UBH sendiri,a kata Carlo didampingi Ketua Jurusan Teknik Ekonomi Kosntruksi, Martalius Peli, ST, M.Sc.
Menurut Carlo, karena prospek jurusan ini sangat bagus, pihaknya ke depan berencana mengembangkan jurusan ini dengan meningkatkan daya tampungnya. Saat ini, UBH membatasi jumlah calon mahasiswa untuk jurusan ini hanya untuk satu lokal saja. aDikarenakan jurusan ini baru, kita terlebih dahulu melihat perkembangannya. Hasilnya, jurusan ini maju pesat, karena lulusan pertama jurusan ini semuanya habis direkrut oleh perusahaan besar yang bergerak di bidang Quantity Surveying,a katanya menjelaskan.
Sementara itu Aifi dan Sesmiwati caln lulusan QS yang sudah dipinang PT.EC Harris saat dikonfirmasi mengakui bahwa, dia diterima di salah satu perusahaan tersebut. aSaya sangat gembira, karena belum lagi diwisuda sudah ada perusahaan terkenal yang sudah menanti saya untuk bekerja disana,a katanya dengan nada gembira.
Batasi jumlah mahasiswa
Di sisi lain Carlo menuturkan, walaupun saat ini Universitas Bung Hatta memiliki daya tampung lebih dari 3.200 mahasiswa baru, namun tetap akan mengadakan seleksi yang ketat terhadap calon mahasiswa baru. Cerita mahalnya kuliah di PTS tidak semua benar, buktinya Universitas Bung Hatta mulai tahun akademik 2006/2007 ini tidak lagi memungut uang pembangunan. Hal itu dijelaskan Pembantu Rektor I, Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, MSc, kepada koran ini sekaitan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2006/2007 di Universitas Bung Hatta.
Dijelaskannya, biaya yang harus disiapkan orang tua calon mahasiswa berkisar antara Rp. 1.500.000, s/d 1.900.000,- tergantung program studi yang dipilih calon mahasiswa. Biaya-biaya tersebut sudah termasuk uang kuliah semester I, uang perpustakaan, uang senat, iuran aptisi, uang pengenalan program studi dan program pendidikan, buku pedoman, kaos almamater, buku pedoman dan simpanan koperasi dan biaya pembuatan KTM BNI.
Carlo menambahkan, Universitas Bung Hatta pada tahun akademik 2006/2007 ini menyelenggarakan seleksi ujian masuk gelombang II tanggal 19 Agustus 2006 mendatang, formulir pendaftaran bisa dibeli di setiap kantor cabang Bank BNI Sumbar. Riau dan Kerinci maupun di Kampus I Ulak Karang Padang sampai dengan tanggal 18 Agustus 2006. Untuk informasi lebih lanjut setiap saat calon mahasiswa dapat menghubungi Kampus I Universitas Bung Hatta, Jl. Sumatera Ulak Karang, Telp. 0751-7051678, 7052906 atau melalui e-mail : rektorat@bung-hatta.ac.id. ; web site http://www.bung-hatta.ac.id.