UBH Juara Debat Mahasiswa Berita Terbaru
Minggu, 21 Desember 2008
Universitas Bung Hatta

UBH Juara Debat Mahasiswa

Tim dari Universitas Bung Hatta (UBH) yakni Ananda Putra, Hendro Damuci, dan Zulkifli keluar sebagai pemenang Lomba Debat Mahasiswa yang digelar di UBH, Sabtu (20/12). Di babak final tim UBH berhasil menyingkirkan tim Universitas Andalas (Unand) yang terdiri dari Ledi Sepenti, Muhammad Rizqi Azmi dan Muhammad Fauzi Azmi. Acara debat yang menggali gagasan, ide dan pemikiran Proklamator Bung Hatta yang dipandu Viveri Yudi ini berlangsung seru. Tim UBH yang mendapat kesempatan pertama, memaparkan pentingnya peran Bung Hatta dalam membangun relasi dan koneksi internasional sebagai bagian dari pergerakan menuju kemerdekaan termasuk pengakuan dunia internasional secara defacto terhadap kemerdekaan RI. Relevansi pemikiran Bung Hatta tentang koperasi menurut Tim dari UBH juga menjadi penting dikonsruksikan dalam konteks kekinian untuk menopang ekonomi kerakyatan. Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara harus diaplikasikan. aProgram PNPM merupakan salah satu bentuk aplikasi dari pemikiran itu,a ungkap Ananda Putra saat memaparkan pemikirannya. Saat kesempatan diberikan kepada Tim Unand yang diwakili Ledi Sepenti mengungkapkan tentang peran penting Bung Hatta dalam memikirkan arah bangsa dan mempercepat pembacaan proklamasi kemerdekaan. Kalimat percepatan kemerdekaan menjadi entri poin bagi tim UBH amenyerang tima Unand. aDesakan percepatan kemerdekaan datangnya bukan dari Bung Hatta tapi tokoh pemuda,a tegas Ananda Putra yang disambut riuh teman se kampusnya. Tim Unand tak mau kalah dan amencegata tim UBH yang hanya berkutat dengan pemikiran Bung Hatta di bidang diplomasi. aDari tadi anda hanya bicara diplomasi. Coba ungkapkan pemikirannya yang lain,a desak Ledi dari Unand.aJuga jelaskan apa itu yang disebut diplomasi,a cecar Muhammad Rizqi. Nanda dengan tenang mengungkapkan diplomasi adalah bagian dari strategi untuk mencari dukungan dan menghimpun kekuatan dari luar negeri terutama untuk pengakuan kemerdekaan RI yang sudah diproklamirkan 17 Agustus 1945. aDiplomasi itu juga bagian dari politik,a jelasnya. Lepas dari persoalan itu perseteruan antara Muhammad Hatta dan Soekarno juga menjadi bahan perdebatan. Hendro Damuci dari UBH mengungkapkan persoalannya karena Bung Hatta mengingkan sistem politik Indonesia menganut multi partai. aSementara Soekarno menginginkan sistem kepartaian terbatas,a jelasnya. Usai memenangi pertarungan Ananda Putra dan Hendri Damuci kepada koran ini mengungkapkan bahwa dalam lomba serupa di UBH belum lama ini mereka juga pernah menjadi juara.Bahkan Ananda Putra dan Hendro Damuci merupakan kawan dan lawan debat dalam kesehariannya di Fakultas Hukum UBH. Zulkifli diajak menjadi tandem karena basis keilmuannya ekonomi yang sekaligus merupakan bagian terpenting dalam pemikiran Bung Hatta. aTidak ada persiapan khusus. Budaya debat di kampus UBH sudah sejak lama hidup. Bisa dimana saja, tidak mesti formal-formal, bahkan sampai nggak tidur-tidur. Ini lawan debat saya tiap hari,a ujar Hendro menunjuk Ananda Putra. Namun mereka bertiga berharap ke depan materi yang diperdebatkan harus diubah. aHarus lebih mengedepankan isu-isu popular. Misalnya kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya,a harap Hendro. Ketua Umum Rang Minang Baralek Gadang Leonardy Harmainy mengharapkan mahasiswa terus menggelorakan budaya debat di kampus. Menurutnya hal itu juga sesuai dengan karekater orang Minang yang dalam perjuangannya selalu mengedepankan otak bukan otot. aKarakater Bung Hatta yang bekerja dan belajar keras serta hemat harus menjadi contoh dan tauladan bagi kita semua,a tukasnya. Lomba debat mahasiswa ini diikuti 16 tim dari berbagai kampus di Sumbar. (*) sumber: padang-today.com