Berita Terbaru
Rabu, 10 Agustus 2005
Universitas Bung Hatta
UBH Latih Petani Ikan Pasbar
Untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan pembudidayaan ikan serta meningkatkan aktivitas, pembenihan ikan di Pasaman Barat, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta (UBH) mengadakan pelatihan Bantuan Induk dan Pakan Ikan dari tanggal 8-10 Agustus 2005 di UBH, kemarin.
Pelatihan tersebut diikuti 15 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, seperti Kecamatan Ranah Batahan (diwakili 1 orang), Kecmatan Sungai Aur (1 orang), Kecamatan KT Balingka (1 orang), Kecmatan Lembah Melintang (1 orang), Kecmatan Gunung Tuleh (1 orang), Kecamatan Luhak nan Duo (1 orang), Kecmatan Kinali (1 orang), Kecamatan Talamau (4 orang), dan Kecamatan Pasaman (5 orang).
”Peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini, harus memenuhi kriteria dan syarat-syarat tertentu. Mereka harus mempunyai kolam-kolam ikan seperti kolam induk ikan, kolam pemijahan, kolam pendederan dan kolam pembesaran. Ini untuk mempermudah para petani yang telah mendapat pelatihan ini mempraktekkan ilmu yang telah didapat tersebut secara langsung,”kata ketua panitia acara, Mochammad Honen.
Selain diisi dengan pemberian materi-materi seputar perikanan oleh para ahli seperti Yusrizal APi, Cipto Sujarwoto SPi dan Ir Yunedi Basri MSc, juga diberikan pelatihan langsung ke lapangan di daerah Sungai Bangek, Koto Tangah, Padang. Pelatihan pertama mengenai kebijakan pembangunan perikanan di Kabupaten Pasaman Barat diberikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pasaman Barat, Yusrizal APi dan Cipto Sujarwanto SPi memberikan pelatihan mengenai pembuatan kolam air deras dan air tenang.
Sedangkan Ir Yunedi Basri MSc sebagai pembicara terakhir menjelaskan mengenai penumbuhan pakan alami dan pembuatan pakan buatan (pellet). Dalam kelas tersebut, ia berbicara mengenai pengaruh pemakaian pakan buatan terhadap perkembangan dan pertumbuhan ikan. Ia lebih jauh mengatakan, pemakaian pellet juga bergantung kepada jenis kolam. Setelah pemberian kuliah tersebut, pelatihan dilanjutkan dengan praktek lapangan di Sungai Bangek.”Ini demi menghasilkan petani-petani ikan yang berkualitas dan produktif serta terpenuhinya kebutuhan akan bibit ikan di Pasaman Barat,” ujar Cipto Sujarwo ( Sumber : padangekspres.com)