Berita Terbaru
Jumat, 20 Januari 2012
Universitas Bung Hatta
Ubi Jalar Rebus, Suguhan Bupati Agam Indra Catri.
Jika menghadiri pertemuan atau kunjungan silaturrahim dan lainnya baik yang dilaksanakan di kantor, rumah atau restoran, undangan biasanya akan disuguhi dua pilihan makanan yakni makanan nasional dan tradisional.
Makanan nasional disajikan di atas meja dengan penataan dan peralatan makan yang modern, sedangkan makanan tradisional disajikan di atas meja terpisah dengan penataan dan peralatan makan serba tradisional.
Namun ada yang berbeda, ketika Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah menyuguhkan makanan tradisional untuk tamunya dari Universitas Bung Hatta yang juga di hadiri beberapa Kepala SKPD dengan apelo abuiha (ubi jalar rebus), di ruangan kerjanya, Kamis (19/1).
Tamunya tersebut Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta Dr. Eko Alvarez,MSAA, di dampingi Ka.Kerjasama UBH Drs. Abdullah, dalam rangka menjajaki penandatangan MoU antara Universitas Bung Hatta dengan Pemda Kab.Agam, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian pada masyarakat. Hadir juga Ka. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Ka. Bappeda, Ka.Pekerjaan Umum serta beberapa perangkat Pemda lainnya.
aIni pemberian Mak Tuo sayaa, ujar Bupati ketika salah seorang stafnya menghidangkan apelo abuiha tersebut kepada para tamunya.
Menurutnya, Kabupaten Agam salah satu penghasil ubi jalar terbesar di Sumatera Barat. Kebanyakan konsumsi umbi jalar dalam bentuk ubi rebus, ubi gorengan, kolak dan beberapa makanan yang terbuat dari ubi jalar.
aNamun jika kreatif, ubi jalar akan menghasilkan produk berkualitas dan layak jual, dengan nilai ekonomi tinggia, imbuhnya.
Meski demikian, menurut WHO, ubi jalar memiliki kandungan vitamin A sebanyak 4 kali wortel, sehingga sangat baik untuk mencegah kebutaan dan penyakit mata lainnya. Penelitian dari Nutrition Action Health letter,USA menyebutkan bahwa ubi jalar menempati rangking satu dari 58 jenis sayuran.
Dengan manfaat ubi jalar yang sangat besar tersebut, menjadikan ubi jalar sebagai salah satu makanan alternatif yang berpotensi ekonomi yang cukup tinggi. Di Jepang malahan ubi jalar di manfaatkan sebagai bahan pangan yang di promosikan setara dengan hamburger atau pizza dan makanan ala barat lainnya. Imbasnya, Indonesia kebanjiran pesanan ubi jalar dari Jepang. (**Indrawadi-Humas UBH).