Universitas Bung Hatta Kembali Gelar Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Berita Terbaru
Kamis, 28 Juli 2011
Universitas Bung Hatta

Universitas Bung Hatta Kembali Gelar Ujian Kemampuan Bahasa Jepang

Universitas Bung Hatta tahun 2011 ini oleh The Japan Foundation kembali dipercayai sebagai penyelenggara Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ atau dalam bahasa Jepang disebut NIHONGO NORYOKU SHIKEN dan dalam bahasa Inggris disebut Japanese Language Proficiency Test) yang dikhususkan bagi para penutur asing bahasa Jepang. Ujian ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, dosen, pengajar dan masyarakat umum yang ingin mengukur kemampuan berbahasa Jepang untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, dan Jambi). UKBJ dilangsungkan pertama kali pada tahun 1984 dengan jumlah peserta 7000 orang. Ujian ini diselenggarakan pada minggu pertama bulan Desember tiap tahun dengan empat tingkat kesulitan. Sejak tahun 2010 sistem tersebut diubah menjadi lima tingkat dan diselenggarakan dua kali dalam setahun, yakni bulan Juli khusus untuk tingkat N1,N2,dan N3 di Jabodetabek dan bulan Desember bagi seluruh tingkat. Sebelum tahun 2010, sistem UKBJ adalah menjumlahkan nilai dari masing-masing bagian dan harus mencapai batas nilai tertentu. Sejak tahun 2010 sistem penilaian ini diubah, setiap bagian memiliki standar nilai tertentu sehingga untuk lulus para peserta harus mampu mencapai nilai tertentu untuk masing-masing bagian. Penilaian dilakukan dengan menjumlahkan nilai masing-masing jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau tidak diisi tidak akan mengurangi jumlah nilai peserta. Materi ujian terdiri atas tiga bagian, yakni : - kanji dan kosa kata (Moji Goi) , menguji kemampuan peserta dalam memahami penggunaan kosa kata serta perbendaharaan kata dalam bahasa Jepang. - pendengaran (Chokai) menguji kemampuan peserta dalam mendengar dan memahami dialog dalam bahasa Jepang. - pola kalimat dan bacaan (Bunpo - Dokkai) menguji kemampuan peserta dalam artikel dalam bahasa Jepang. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Eduardus Agusli, Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Internasional ini merupakan ujian resmi untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa Jepang seseorang secara tertulis. Hal ini selain bermanfaat sebagai salah satu kelengkapan syarat mendaftar untuk melanjutkan pendidikan di Jepang (Toefl-nya bahasa Jepang), juga sekaligus sebagai referensi bagi perusahaan Jepang untuk menerima calon tenaga kerja/pegawai dari Indonesia. Sehingga bagi siapapun yang ingin meniti karir di perusahaan Jepang, wajib memiliki sertifikat UKBJ sebelum ia melamar ke perusahaan Jepang tersebut atau melanjutkan studi di perguruan tinggi Jepang. UKBJ di Indonesia tahun 2011 ini dilaksanakan serentak di 7 kota: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Padang, dan Denpasar pada hari Minggu, 4 Desember 2011 mendatang. Berdasarkan catatan The Japan Foundation, Tokyo, jumlah peserta UKBJ tahun 2010 mencapai 610.000 orang yang tersebar di delapan kawasan yakni Timur Tengah dan Afrika meliputi tiga negara, Eropa meliputi 15 negara, Amerika Selatan meliputi 6 negara, Amerika Utara meliputi tiga negara, Pasifik meliputi dua negara, Asia Tengah meliputi delapan negara, Asia Tenggara meliputi sepuluh negara, Asia Timur meliputi lima negara, selain di dalam negeri Jepang sendiri. Khusus untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah dengan sistem baru ini terjadi lonjakan kelulusan peserta N1 yang sangat signifikan dibandingkan hasil kelulusan level yang sama pada tahun 2009. Sebagai gambaran saja pada tahun lalu SMU/SMK yang menyelenggarakan pengajaran bahasa Jepang tercatat 102 lembaga, sedangkan pada pada tahun ini tercatat 110 lembaga. Pendaftaran peserta UKBJ dapat dilakukan mulai hari ini hingga tanggal 15 September 2011. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Jurusan Sastra Asia Timur no. telp. 0751-444660 atau Oslan Amril,S.S.,M.Si. 0813 7448 9411.