Lewati ke konten utama
Universitas Bung Hatta Serahkan Alat Penarik Biduak untuk Nelayan Desa Pasir Sunur Pariaman Fakultas
Jumat, 21 Agustus 2026
Ubay

Bagikan:

Universitas Bung Hatta Serahkan Alat Penarik Biduak untuk Nelayan Desa Pasir Sunur Pariaman

Universitas Bung Hatta melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyerahkan bantuan berupa alat penarik kapal nelayan atau biduak kepada masyarakat nelayan di Desa Pasir Sunur, Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 20 Agustus 2026.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Dr. Burmawi, S.T., M.Si., bersama anggota Rizky Arman dan almarhum Ir. Yuspardianto, M.Si.

Ketua tim PKM Universitas Bung Hatta, Dr. Burmawi, S.T., M.Si., mengatakan bahwa inovasi alat penarik biduak tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis yang dihadapi nelayan dalam aktivitas sehari-hari. Program ini bertujuan membantu nelayan dalam mempermudah proses pemindahan biduak dari laut ke daratan pantai yang selama ini masih mengandalkan tenaga manusia dalam jumlah cukup banyak.

“Selama ini proses menarik biduak dari laut ke daratan membutuhkan tenaga manusia yang cukup banyak. Dengan adanya alat ini, pekerjaan nelayan diharapkan menjadi lebih mudah, efisien, dan praktis. Kami ingin teknologi yang dihasilkan melalui perguruan tinggi benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Burmawi.

Menurutnya, pengembangan alat tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Tim PKM Universitas Bung Hatta juga tengah mempersiapkan pengembangan galangan kapal sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan di Desa Pasir Sunur.

“Ke depan, kami juga sedang membuat dan menyiapkan galangan kapal sederhana untuk nelayan. Harapannya, keberadaan alat penarik dan galangan ini dapat menjadi satu kesatuan solusi sehingga proses pemindahan biduak dari laut ke daratan maupun penanganan kapal nelayan dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan mudah,” katanya.

Program ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja nelayan sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas perikanan tangkap. Penggunaan teknologi sederhana yang sesuai dengan kondisi lokal juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan hasil inovasi perguruan tinggi yang mudah diadopsi oleh masyarakat.

Dr. Burmawi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap program tersebut melalui hibah PKM tahun 2026.

“Dukungan ini sangat berarti sehingga hasil inovasi perguruan tinggi dapat diwujudkan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Program tersebut memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 14 Ekosistem Lautan, melalui melalui peningkatan produktivitas nelayan dan dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.