Kamis, 15 Maret 2012
Universitas Bung Hatta
Zhu Qincay, Mahasiswa UBH di undang Hamdan International Photography Award-Dubai
Zulkifli alias Zhu Qincay mahasiswa Fakultas Ekonomi UBH yang juga salah pendiri Komunitas Fotogarfer Mahasiswa Universitas Bung Hatta (KOMA-UBH) di undang oleh Hamdam Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum International Photograhy Award (HIPA) Dubai, sebagai salah satu dari 16 nominator pemenang sesi pertama pengahargaan untuk datang menghadiri penyerahan piagam dan mengikuti pameran photo tanggal 24 Maret nanti di Emirate of Dubai
Dikutip dari situs Dari situs http://hipa.ae/en/, Hipa merupakan kompetisi tahunan yang di gelar pemerintah Emirat Dubai, sesi pertama tahun 2011 dengan 3 kategori: Kategori pertama & utama (Cinta Bumi), Kategori kedua (Umum) dan kategori ketiga (Dubai) adalah setiap foto yang menunjukkan Emirat Dubai.
Di situs tersebut juga juga dijelaskan bahwa, Yang Mulia Pangeran Mahkota Dubai mengatakan bahwa penghargaan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dunia dengan budaya dan seni melalui fotografi dan mempromosikan program pendidikan dan pengembangan, selain bakat nasional lainnya.
Saat dihubungi, Zulkifli mengatakan Lomba foto Hamdam Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum International Photograhy Award (HIPA) Duba diketahuinya dari temannya sewaktu bincang-bincang di Jakarta bulan Agustus 2011 yang lalu. Saat itu ia bersama 30 orang nominasi lainnya berkumpul di Jakarta untuk menghadiri acara penyerahan hadiah Lomba Foto Kebudayaan Indonesia 2011 di Jakarta.
Menurutnya, lomba foto HIPA tersebut dibagi dalam tiga kategori : Love The Earth, General, dan Hamdam Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum International Photograhy Award (HIPA) Dubai, mengikuti dua kategori yang pertama dan akhir Desember 2011 adalah batas akhir pengiriman foto.
aFoto yang saya kirim ke HIPA untuk kategori General adalah foto Pacu Jawi, karena Pacu Jawi never die. Perpaduan kecepatan dan cipratan lumpur basah serta joki tangguh yang mengendalikan sapi yang tengah berpacu akan selalu mempesona para juri lomba foto. Di Indonesia memang sudah lumrah, tetapi untuk di luar negeri foto-foto Pacu Jawi bagi mereka adalah sesuatu yang luar biasaa, ujarnya.
Foto kedua yang dikutsertakan adalah foto yang menceritakan anak-anak pengajian di TPA di Masjid Tuo Kayu Jao Solok yang sedang membersihkan lingkungan sekitar masjid. Mencintai bumi tidak harus selalu dengan melakukan hal-hal yang besar. Membersihkan pekarangan masjid adalah hal kecil yang sering terlupakan dalam kehidupan berkeseharian kita. Dimulai dengan mencintai lingkungan terdekat kita, maka kita juga telah mulai menanamkan kecintaan terhadap bumi yang semakin menua ini.
aFoto itu saya ikutkan untuk kategori Love The Eartha, ujar Zul mengakhiri.(**Indrawadi-Humas UBH)