Berita Terbaru
BP3MI Sumatera Barat dan Universitas Bung Hatta Perkuat Kerja Sama Penempatan dan Peningkatan Kompetensi PMI ke Jepang
BP3MI Sumatera Barat melakukan kunjungan ke Universitas Bung Hatta dalam rangka penguatan kerja sama penempatan dan peningkatan kompetensi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya untuk peluang kerja ke Jepang. Kunjungan ini berlangsung di Ruang Kerja Rektor, Kampus Proklamator I pada 8 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, bersama jajaran pimpinan universitas, antara lain Dr. Poppy Fauziati, S.E., M.Si selaku Direktur Akademik, Penjaminan Mutu, dan Kemahasiswaan, Reni Yuliviona, S.E., M.M., Ph.D selaku Kepala Divisi Kerja Sama dan Layanan Internasional, serta Febian Mawardi, S.S selaku Kepala Divisi Layanan Bahasa Asing dan Latihan Kerja.
Sementara itu, dari pihak BP3MI Sumatera Barat hadir Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi, S.Sos., M.M bersama tim yaitu Ado Gusman, Dewi B Atawiiyah dan Sri Muhajir.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam peningkatan kompetensi serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), dengan fokus pada penempatan ke Jepang melalui skema resmi dan terstruktur.
Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, S.Sos., M.M menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan CPMI melalui sistem pelatihan yang profesional dan sesuai kebutuhan pasar kerja global.
"Kami berkomitmen memastikan penempatan CPMI dilakukan secara prosedural, aman, dan memberikan perlindungan maksimal. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Bung Hatta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja migran," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Universitas Bung Hatta melalui Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) merencanakan pembukaan program unggulan Specified Skilled Worker (SSW) Jepang.
Program ini dirancang terintegrasi, meliputi pelatihan bahasa Jepang dengan target minimal JLPT N4/N3, pelatihan keterampilan sesuai sektor kerja, serta pembekalan budaya kerja dan etika profesional.
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menjawab kebutuhan global tenaga kerja terampil.
"Kami melihat peluang besar bagi generasi muda untuk berkarier di tingkat internasional. Melalui program SSW ini, Universitas Bung Hatta berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap secara bahasa dan budaya kerja," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan CPMI, Universitas Bung Hatta melalui BLKK juga akan menyelenggarakan pelatihan bahasa asing berbasis kebutuhan kerja, seperti bahasa Jepang, Korea, Inggris, dan Jerman. Pelatihan ini dirancang secara praktis (job-oriented), mencakup komunikasi aktif, simulasi wawancara kerja, serta pemahaman budaya negara tujuan.
Kepala Divisi Layanan Bahasa Asing dan Latihan Kerja, Febian Mawardi, S.S, menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan difokuskan pada kesiapan langsung di dunia kerja.
"Kami merancang pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan industri global. Peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga dibekali keterampilan komunikasi profesional dan adaptasi budaya kerja," jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama strategis yang mencakup pengembangan program pelatihan, pelaksanaan program SSW, sosialisasi, rekrutmen peserta, hingga pendampingan penempatan tenaga kerja migran.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional sekaligus membuka akses kerja yang aman, legal, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Bara