Dekan FTI Perkuat Riset Pengolahan Batu Bara dan Blue Hydrogen bersama Gifu University Berita Terbaru
Rabu, 06 Mei 2026
Ubay

Dekan FTI Perkuat Riset Pengolahan Batu Bara dan Blue Hydrogen bersama Gifu University

Universitas Bung Hatta terus memperkuat jejaring internasional dalam bidang riset energi melalui kolaborasi strategis dengan Gifu University. Upaya ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Reni Desmiarti, Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU pada 01 Mei 2026.

Kegiatan ini untuk memperkuat implementasi kerja sama di bidang penelitian, Prof. Reni Desmiarti bersama Shinji Kambara dan Ryo Yoshie melakukan diskusi intensif terkait pengembangan teknologi pembentukan produk blue hydrogen dari batu bara dan biomassa.

Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan energi masa depan sekaligus memperkuat posisi Universitas Bung Hatta di tingkat global.

"Salah satu capaian penting yang dibahas adalah keberadaan pilot plant di Gifu University yang telah mulai beroperasi untuk produksi blue hydrogen berbasis amonia. Dalam sistem tersebut, amonia digunakan sebagai bahan baku yang melalui proses reaksi pembakaran dapat menghasilkan blue hydrogen, yang selanjutnya berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang lebih bersih," ungkapnya.

Prof. Reni Desmiarti menyebutkan pengembangan teknologi ini dinilai sangat penting, terutama dalam konteks transisi energi global. Proses produksi amonia sebagai bahan baku hidrogen menjadi fokus penelitian lanjutan karena memiliki peran penting dalam rantai produksi energi bersih berbasis hidrogen.

"Sumatera Barat sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan energi ini, mengingat ketersediaan sumber daya batu bara dan biomassa yang melimpah. Hal ini membuka peluang bagi pendirian industri amonia di masa depan sebagai bagian dari hilirisasi energi dan penguatan ketahanan energi nasional," sebutnya.

Kerja sama riset ini akan ditindaklanjuti oleh tim Teknik Kimia Universitas Bung Hatta melalui program penelitian kolaboratif, termasuk pengembangan teknologi yang sesuai dengan karakteristik sumber daya lokal.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi akademik lainnya.

"Kami juga membahas rencana reaktivasi program pertukaran mahasiswa yang sempat terhenti sejak tahun 2020. Program ini diharapkan kembali berjalan sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi dan peningkatan kualitas akademik mahasiswa.

“Kami berharap sinergi ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan visi Universitas Bung Hatta sebagai universitas berkelas dunia dan berdampak,” tutupnya.