Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum Penguatan Pendidikan Kedokteran Berbasis Kompetensi di Era Disrupsi Berita Terbaru
Senin, 06 April 2026
Ubay

Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum Penguatan Pendidikan Kedokteran Berbasis Kompetensi di Era Disrupsi

Universitas Bung Hatta menggelar kuliah umum bertajuk “Penguatan Pendidikan Kedokteran Berbasis Kompetensi di Era Disrupsi” yang berlangsung di Aula Balairung Caraka Lantai 3, Gedung B Kampus Proklamator I pada 4 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, Tenaga Ahli Menteri pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kuliah umum ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan institusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang adaptif

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika menyampaikan tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan kedokteran di era disrupsi. Perkembangan teknologi, perubahan sistem layanan kesehatan, serta tuntutan global terhadap kompetensi tenaga medis menuntut adanya transformasi dalam sistem pendidikan kedokteran.

"Bagi Universitas Bung Hatta, kuliah umum ini memiliki makna yang sangat strategis. Saat ini kita sedang dalam proses serius untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep pendidikan kedokteran berbasis kompetensi menjadi sangat penting," imbuhnya.

Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Prof. Ganefri, Ph.D., menyampaikan bahwa pengembangan Fakultas Kedokteran harus didukung oleh kesiapan institusi secara menyeluruh.

"Pendidikan kedokteran merupakan bidang strategis yang membutuhkan perencanaan matang, mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga kemitraan dengan rumah sakit pendidikan. Kami mendukung penuh langkah Universitas Bung Hatta dalam mempersiapkan pendidikan kedokteran yang unggul dan berdaya saing," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., menekankan bahwa pendidikan kedokteran di era disrupsi harus berorientasi pada kompetensi yang terintegrasi dengan pembelajaran transpormatif.

“Pendekatan berbasis kompetensi tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan klinis, sikap profesional, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Perguruan tinggi harus mampu menciptakan lulusan yang siap menghadapi dinamika sistem kesehatan global,” jelasnya.