Lewati ke konten utama
Dosen Universitas Bung Hatta Kenalkan Metode Skoring untuk Memetakan Potensi Wisata Nagari Simarasok Fakultas
Senin, 31 Agustus 2026
Ubay

Bagikan:

Dosen Universitas Bung Hatta Kenalkan Metode Skoring untuk Memetakan Potensi Wisata Nagari Simarasok

Dosen Universitas Bung Hatta melaksanakan pendampingan pengenalan metode skoring berbobot untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bung Hatta bertajuk Optimalisasi Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan di Nagari Simarasok Kecamatan Baso.

Tim pendamping dari dosen Universitas Bung Hatta ini diketuai oleh Lestari Setiawati, S.T., M.T., dengan anggota Tomi Eriawan, S.T., M.T. dan Noviyarsi, S.T., M.Eng., serta melibatkan tiga orang mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri dan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Nagari Simarasok yang dipimpin oleh Wali Nagari MHD Nurzen. Program ini juga melibatkan masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta penggiat pariwisata lokal sebagai bagian dari pendekatan partisipatif dalam pengembangan potensi nagari.

Ketua tim PKM Universitas Bung Hatta, Lestari Setiawati, S.T., M.T., menyampaikan program ini bertujuan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memetakan potensi wisata sekaligus menyusun dasar pengembangan destinasi yang lebih berdampak dalam mengidentifikasi, menilai, dan menentukan prioritas pengembangan potensi wisata berbasis alam dan budaya.

"Nagari Simarasok memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata lokal. Bentang alam pedesaan, hamparan persawahan, perbukitan, aliran sungai, kehidupan sosial masyarakat, serta berbagai bentuk kearifan lokal menjadi modal penting dalam pengembangan wisata berbasis nagari," imbuhnya.

Disebutkannya, salah satu luaran kegiatan adalah penyusunan Peta Potensi Wisata Nagari Simarasok. Peta tersebut memuat sebaran berbagai potensi wisata yang ada di wilayah nagari dan diharapkan dapat menjadi media informasi sekaligus dasar dalam perencanaan pengembangan pariwisata.

"Melalui peta tersebut, pemerintah nagari dan masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai persebaran potensi wisata, menentukan objek yang dapat diprioritaskan untuk dikembangkan, serta menyusun langkah strategis secara lebih sistematis," sebutnya.

Selain penyusunan peta, Tim PKM Universitas Bung Hatta juga melaksanakan sosialisasi mengenai metode penilaian potensi wisata menggunakan skoring berbobot kepada masyarakat, Pokdarwis, dan penggiat pariwisata lokal pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Metode skoring tersebut digunakan untuk menilai tingkat kesiapan dan potensi setiap objek wisata berdasarkan sejumlah aspek penting. Aspek yang dinilai meliputi daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas atau fasilitas pendukung, kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pasar dan promosi digital, keberlanjutan lingkungan dan budaya, keselamatan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui metode tersebut, setiap aspek diberikan nilai berdasarkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan. Hasil penilaian selanjutnya digunakan untuk mengategorikan tingkat potensi objek wisata, mulai dari sangat potensial, potensial, cukup potensial, kurang potensial, hingga belum potensial.

Dengan pendekatan ini, pengembangan wisata tidak hanya didasarkan pada keindahan atau keunikan suatu objek semata. Penilaian juga mempertimbangkan kesiapan akses, fasilitas pendukung, kapasitas kelembagaan, keselamatan, strategi promosi, keberlanjutan lingkungan, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Anggota Tim PKM Universitas Bung Hatta, Tomi Eriawan, S.T., M.T., menyampaikan penyusunan peta potensi wisata dan penerapan metode skoring diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi Nagari Simarasok dalam menentukan arah pengembangan pariwisata yang lebih jelas dan terukur.

“Setiap potensi wisata tidak hanya dipetakan berdasarkan lokasinya, tetapi juga dinilai berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, dapat diketahui potensi mana yang perlu diprioritaskan dan aspek apa saja yang masih perlu diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Nagari Simarasok yang diwakili oleh Kaur Perencanaan, Mitra Yati mengatakan sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan Tim PKM Universitas Bung Hatta sejalan dengan upaya nagari dalam menggali serta mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki.

"Melalui kegiatan ini, Nagari Simarasok diharapkan memiliki dasar awal yang lebih kuat dalam menyusun strategi pengembangan wisata berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara pemerintah nagari, masyarakat, Pokdarwis, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang partisipatif dan berkelanjutan," tambahnya.

Program pendampingan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Bung Hatta, pemerintah nagari, masyarakat, dan kelompok penggerak pariwisata melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

Hasil pemetaan dan penilaian potensi wisata tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Nagari Simarasok dalam mengembangkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.