FTSP Universitas Bung Hatta dan ITB Implementasikan Sistem MIRRA untuk Monitoring Kesehatan Jembatan di Padang Pariaman Fakultas
Rabu, 15 Juli 2026
Ubay

FTSP Universitas Bung Hatta dan ITB Implementasikan Sistem MIRRA untuk Monitoring Kesehatan Jembatan di Padang Pariaman

Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Implementasi Sistem MIRRA (Model Integrated Real-time Representation Architecture) untuk Monitoring Kesehatan Jembatan di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman" pada 9–10 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan sistem pemantauan kesehatan jembatan berbasis teknologi digital untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, efektivitas pemeliharaan, serta mendukung pengelolaan infrastruktur jembatan secara berkelanjutan. Program ini menjadi wujud sinergi antara Universitas Bung Hatta dan Institut Teknologi Bandung dalam menghilirisasikan hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Tim dari Institut Teknologi Bandung terdiri atas Dr. Fadhil Hidayat, S.Kom., M.T., Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., Ir. Devi Willieam Anggara, S.T., M.Phil., Ph.D., Figo Agil Alunjati, S.T., M.T., Ladzwina Mahardini, S.T., M.T., dan Muhammad Farhan Imanudin.

Sementara itu, tim dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta diwakili oleh Dr. Rini Mulyani, S.T., M.Sc. (Eng.), Dr. Ir. Bahrul Anif, M.T., Dr.Eng. Yulcherlina, M.T., Dr. Eng. Khadavi, S.T., M.T., Rita Anggraini, S.T., M.T., Ir. Taufik, M.T., Redha Arima RM, S.T., M.T. serta mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Bung Hatta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan briefing teknis yang membahas kesiapan pelaksanaan di lapangan. Seluruh peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep implementasi Sistem MIRRA, pembagian tugas, metode pengambilan data, serta prosedur keselamatan kerja yang harus diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Pada hari kedua, tim melakukan survei lapangan di Jembatan Asam Pulau, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan difokuskan pada observasi kondisi eksisting jembatan, identifikasi titik-titik strategis untuk pemasangan sistem pemantauan, serta implementasi awal Sistem MIRRA sebagai teknologi monitoring kesehatan struktur jembatan secara real-time.

Sistem MIRRA dirancang untuk memantau kondisi struktur jembatan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi ini, perubahan kondisi struktur dapat dideteksi sejak dini sehingga memudahkan pengelola infrastruktur dalam menentukan prioritas pemeliharaan, mencegah kerusakan yang lebih besar, serta mengurangi risiko kegagalan konstruksi yang dapat membahayakan masyarakat.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Dr. Rini Mulyani, S.T., M.Sc. (Eng.), mengatakan kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung untuk memperkuat penerapan hasil riset untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Melalui implementasi Sistem MIRRA, kami berharap proses monitoring kesehatan jembatan menjadi lebih efektif sehingga potensi kerusakan dapat dideteksi lebih dini dan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pemeliharaan yang tepat, efisien, dan berkelanjutan," ujar Dr. Rini Mulyani.

Selain menjadi media implementasi hasil penelitian, kegiatan PKM ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Universitas Bung Hatta, Institut Teknologi Bandung, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan teknologi pemantauan infrastruktur di Indonesia.

"Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi," ungkap dosen Teknik Sipil ini.

Implementasi Sistem MIRRA diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan keselamatan infrastruktur transportasi sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penerapan inovasi teknologi dan mendukung dengan meningkatkan keamanan infrastruktur.