Universitas
Pelepasan Mahasiswa KKN Nagari Jaho Ditutup dengan Makan Bajamba
Setelah sebulan melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bung Hatta resmi dilepas dalam sebuah kegiatan penuh kebersamaan di Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (31/8/2026).
Pelepasan ditandai dengan makan tradisional bajamba bersama mahasiswa, dosen pembimbing lapangan (DPL), pemerintah nagari, tokoh adat, bundo kanduang, serta masyarakat Nagari Jaho yang selama satu bulan telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian mahasiswa.
Nagari Jaho merupakan salah satu desa binaan Universitas Bung Hatta yang terus dikembangkan melalui berbagai program pendampingan. Salah satu arah pengembangannya adalah transformasi Nagari Jaho menjadi Kampung Wisata Religi Nagari Jaho, dengan mengangkat potensi keagamaan, adat, budaya, sejarah, serta kearifan lokal masyarakat sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyampaikan pengabdian mahasiswa melalui KKN bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu hadir, belajar bersama masyarakat, memahami potensi nagari, sekaligus memberikan kontribusi yang dapat dilanjutkan setelah kembali ke kampus
"Keberadaan Nagari Jaho sebagai desa binaan Universitas Bung Hatta merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan masyarakat. Karena itu, program KKN diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan nagari, tetapi menjadi bagian dari proses pendampingan yang berkelanjutan," ungkapnya.
Universitas Bung Hatta memiliki komitmen untuk terus mendampingi Nagari Jaho dalam mengembangkan potensinya, termasuk mendorong transformasi nagari ini menjadi Kampung Wisata Religi Nagari Jaho. Potensi agama, adat, budaya, dan kehidupan masyarakat yang kuat merupakan modal penting untuk membangun destinasi yang memiliki identitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Wali Nagari Jaho, Jonnaidi, Dt. Tumbijo, menyampaikan terima kasih kepada Universitas Bung Hatta dan mahasiswa KKN yang telah hadir dan melaksanakan pengabdian selama satu bulan di Nagari Jaho.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi masyarakat, terutama melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama pemerintah nagari dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bung Hatta dan mahasiswa KKN yang telah mengabdi di Nagari Jaho selama satu bulan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kegiatan nagari, tetapi juga memberikan ide dan semangat baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap hubungan antara Nagari Jaho dan Universitas Bung Hatta dapat terus berlanjut meskipun masa KKN mahasiswa telah berakhir. Menurutnya, pendampingan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi nagari, terutama dalam mewujudkan Nagari Jaho sebagai Kampung Wisata Religi.
Makan bajamba menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat Minangkabau. Para peserta duduk bersama menikmati hidangan tradisional yang disajikan secara bajamba, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga setelah menjalani satu bulan proses belajar dan mengabdi di tengah masyarakat. Selama berada di Nagari Jaho, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mempelajari kehidupan sosial, adat, budaya, serta potensi lokal nagari.
Transformasi Nagari Jaho menjadi Kampung Wisata Religi juga diarahkan untuk menghadirkan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menjaga nilai agama, adat, budaya, lingkungan, sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi yang muncul dari kegiatan pariwisata.
Program pengabdian dan pendampingan di Nagari Jaho memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi berkelanjutan antara Universitas Bung Hatta, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan masyarakat Nagari Jaho.