Universitas
Rektor Universitas Bung Hatta Terima Penghargaan dari Gubernur Lemhannas RI dalam Kuliah Umum Kebangsaan
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menerima sertifikat penghargaan dan cinderamata dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam kegiatan Kuliah Umum Kebangsaan di Convention Hall Universitas Andalas, Limau Manis, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada para Rektor, Direktur, dan Ketua Perguruan Tinggi yang diundang dan hadir dalam kegiatan Kuliah Umum Kebangsaan bertajuk “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Penyerahan sertifikat dan cinderamata secara langsung oleh Gubernur Lemhannas RI menjadi bentuk apresiasi sekaligus simbol penguatan sinergi antara Lemhannas RI dan perguruan tinggi dalam membangun wawasan kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter dan ketahanan nasional.
Dalam kuliah umum tersebut, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menyampaikan materi bertema “Generasi Muda sebagai Perekat Persatuan: Menjawab Tantangan Bangsa.” Materi tersebut menekankan pentingnya posisi generasi muda sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman serta menghadapi perubahan dan tantangan bangsa yang semakin kompleks.
Generasi muda, menurut materi yang disampaikan, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Mereka harus mampu menjadi perekat persatuan, membangun dialog di tengah perbedaan, serta menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Menariknya, dalam penyampaian materi tersebut, sosok Mohammad Hatta turut diangkat sebagai figur yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Bung Hatta dipandang sebagai Putra Minang yang merepresentasikan pemimpin nasional dan negarawan sejati, dengan karakter kuat berupa integritas, rasionalitas, kesederhanaan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan cinta tanah air.
Keteladanan Bung Hatta dinilai semakin relevan dalam menghadapi tantangan kepemimpinan bangsa saat ini. Seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi juga fondasi moral yang kuat untuk menempatkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Selain nilai kebangsaan dan keteladanan, materi kuliah umum juga menyoroti sejumlah kompetensi yang harus dipersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan. Kompetensi tersebut meliputi analytical thinking and innovation, critical thinking, complex problem-solving, creativity and initiative, resilience and adaptability, serta leadership and social influence.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan nasional hari ini dipahami bukan sekadar tentang jabatan atau posisi. Kepemimpinan nasional adalah tentang kemampuan membangun kepercayaan, menginspirasi perubahan, menciptakan kolaborasi lintas sektor, serta mengambil keputusan strategis demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan tinggi dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan.
Melalui keikutsertaan dalam Kuliah Umum Kebangsaan sekaligus penerimaan penghargaan dari Gubernur Lemhannas RI, Universitas Bung Hatta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara Lemhannas RI dan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.