Fakultas
Universitas Bung Hatta Promosikan S2 Rekayasa Energi Terbarukan di Pekanbaru, Perkuat Jejaring Alumni dan Industri
Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta memperkuat jejaring akademik, alumni, organisasi profesi, dan industri di Provinsi Riau melalui kegiatan promosi Program Magister (S2) Rekayasa Energi Terbarukan yang dilaksanakan di Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan temu ramah bersama alumni Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang telah berkarier di berbagai sektor industri.
Dalam kesempatan tersebut, tim Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta memaparkan berbagai keunggulan Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan yang dikembangkan dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan strategis di bidang energi, antara lain transisi energi, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, inovasi teknologi, serta pembangunan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU, mengatakan pengembangan Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan merupakan bagian dari komitmen Universitas Bung Hatta dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab kebutuhan sektor energi masa depan.
“Kami ingin menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan energi berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Ir. Erda Rahmilalila Desfitri, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya keterlibatan alumni dalam pengembangan program magister. Menurutnya, alumni memiliki pengalaman langsung di dunia kerja yang dapat menjadi masukan penting bagi pengembangan kurikulum dan kegiatan akademik.
Keterlibatan alumni sangat penting untuk memastikan kurikulum yang kami kembangkan tetap selaras dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan teknologi di industri,” katanya.
Penguatan jejaring tersebut semakin strategis melalui pertemuan dengan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., CST., IPM., ASEAN Eng, yang juga merupakan alumni Teknik Industri Universitas Bung Hatta.
Dalam pertemuan tersebut, Ulul Azmi menyampaikan dukungan terhadap pengembangan Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan sekaligus membuka peluang kolaborasi antara PII Riau, Universitas Bung Hatta, dan sektor industri di wilayah Riau.
“Kami di PII Riau siap mendukung penuh pengembangan program ini, tidak hanya dalam aspek keinsinyuran, tetapi juga sebagai jembatan ke industri. Kami siap menjadi perpanjangan tangan untuk memfasilitasi kerja sama dengan berbagai sektor industri di Riau, khususnya untuk kegiatan kuliah lapangan, praktik kerja, maupun magang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta,” ungkapnya.
Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan industri merupakan langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kesiapan profesional.
“Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan industri sangat penting untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap terjun dan berkontribusi langsung di dunia kerja,” tambahnya.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam teknologi energi terbarukan. Melalui Program Magister Rekayasa Energi Terbarukan, Universitas Bung Hatta berupaya memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mendukung transformasi sektor energi di Indonesia.