Fakultas
Dosen dan Mahasiswa Universitas Bung Hatta Teliti Potensi Sport Tourism dan Manajemen Risiko di Pincuran 7 Kota Padang
Tim peneliti Universitas Bung Hatta melaksanakan riset mengenai analisis potensi destinasi sport tourism dan manajemen risiko di kawasan wisata Pincuran 7, Kota Padang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wisata olahraga sekaligus mengkaji aspek keselamatan dan pengelolaan risiko guna mendukung pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Riset dipimpin oleh Apriyanti Rahmalia, S.Si., M.Pd. sebagai ketua tim dengan anggota Dr. Hari Adi Rahmad, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), serta Dr. Willy Satria, M.Pd., dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Bung Hatta. Kegiatan penelitian ini juga melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset (research-based learning).
Ketua tim peneliti, Apriyanti Rahmalia, menjelaskan penelitian ini difokuskan pada pemetaan potensi Pincuran 7 sebagai destinasi sport tourism yang memiliki daya tarik alam sekaligus peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata olahraga berbasis keberlanjutan.
"Melalui penelitian ini kami mengidentifikasi berbagai potensi aktivitas olahraga yang dapat dikembangkan di kawasan Pincuran 7. Selain itu, kami juga menganalisis berbagai aspek manajemen risiko agar pengembangan destinasi wisata dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya.
Selama penelitian berlangsung, tim melakukan observasi lapangan, dokumentasi, pemetaan kawasan, serta identifikasi potensi atraksi wisata olahraga yang dapat dikembangkan. Penelitian juga mencakup analisis kondisi lingkungan, aksesibilitas, fasilitas pendukung, serta potensi risiko yang perlu diantisipasi dalam pengelolaan destinasi.
Dr. Hari Adi Rahmad menambahkan pengembangan sport tourism tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga harus didukung oleh standar keselamatan, tata kelola destinasi, serta kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
"Destinasi wisata olahraga harus memiliki perencanaan yang matang, mulai dari aspek keamanan, mitigasi risiko, hingga pengelolaan lingkungan. Hal ini penting agar destinasi mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus menjaga kelestarian kawasan," jelasnya.
Sementara itu, Dr. Willy Satria menilai bahwa pengembangan destinasi wisata juga memerlukan dukungan komunikasi dan promosi yang efektif agar mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini menjadi bagian dari upaya Universitas Bung Hatta dalam memperkuat kompetensi akademik melalui pengalaman riset lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai metodologi penelitian, tetapi juga belajar mengidentifikasi potensi wisata, menganalisis data, serta merumuskan rekomendasi pengembangan destinasi berbasis kajian ilmiah.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan Pincuran 7 Kota Padang sebagai destinasi sport tourism yang aman, berdaya saing, dan berkelanjutan. Selain itu, riset ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Bung Hatta dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.