FH Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum Geopolitik Hadirkan Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo dan Andi Widjajanto Fakultas
Sabtu, 04 Juli 2026
Ubay

FH Universitas Bung Hatta Gelar Kuliah Umum Geopolitik Hadirkan Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo dan Andi Widjajanto

Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta menyelenggarakan Temu Ramah dan Kuliah Umum bertajuk “Menjaga Negara Demokrasi Konstitusional: Strategi Geopolitik Indonesia dan Tingginya Intensitas Dinamika Global” dengan menghadirkan dua narasumber nasional, Gatot Nurmantyo dan Andi Widjajanto di Aula Gedung B4 Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada 2 Juli 2026.

Kuliah umum ini menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Universitas Bung Hatta untuk memperdalam pemahaman mengenai dinamika geopolitik global, tantangan terhadap demokrasi konstitusional, serta posisi strategis Indonesia dalam menghadapi perubahan lingkungan internasional yang semakin kompleks.

Kegiatan diawali dengan sesi temu ramah bersama kedua narasumber, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang mengulas perkembangan geopolitik kawasan, ketahanan nasional, strategi pertahanan negara, serta pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi konstitusional di tengah meningkatnya intensitas dinamika global.

Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo menekankan bahwa perubahan konstelasi geopolitik dunia menuntut Indonesia untuk terus memperkuat persatuan nasional, meningkatkan ketahanan negara, serta menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan global.

Sementara itu, Andi Widjajanto mengulas pentingnya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang adaptif, serta kemampuan membaca perubahan lingkungan strategis internasional. Menurutnya, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi konstitusional sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional di era globalisasi.

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika, menyampaikan kehadiran tokoh nasional dengan pengalaman di bidang pertahanan, geopolitik, dan kebijakan publik memberikan wawasan yang sangat berharga bagi mahasiswa.

"Universitas Bung Hatta menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu di ruang kelas, tetapi juga memperkaya perspektif mahasiswa melalui dialog bersama para tokoh nasional. Kuliah umum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan geopolitik global sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai demokrasi konstitusional," ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Dr. Sanidjar Pebrihariati R., S.H., M.H, menambahkan tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan situasi global saat ini. Mahasiswa hukum perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara hukum, demokrasi, geopolitik, dan ketahanan nasional.

"Kami berharap kuliah umum ini mampu memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami isu-isu strategis, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa," katanya.

Kuliah umum berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Berbagai isu mengenai keamanan nasional, hubungan internasional, perkembangan geopolitik kawasan Indo-Pasifik, serta tantangan demokrasi di era digital menjadi topik yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.

Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta menghadirkan ruang akademik yang mampu menghubungkan teori dengan praktik yang telah dipahami oleh praktisi. Kuliah umum bersama tokoh nasional ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan kebangsaan, serta meningkatkan kesiapan lulusan Universitas Bung Hatta dalam menghadapi dinamika dunia yang terus berkembang.