Fakultas
Lomba Debat Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Bung Hatta Dorong Akselerasi 17 SDGs Menuju Indonesia Emas 2045
Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Hatta menggelar Lomba Debat Ekonomi Pembangunan bertema "Akselerasi 17 Sustainable Development Goals (SDGs) Menuju Indonesia Emas 2045" pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi secara ilmiah, serta meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.
Kompetisi berlangsung dalam suasana kompetitif, dinamis, dan penuh semangat. Para peserta saling menyampaikan argumentasi berbasis data dan analisis terhadap berbagai isu strategis pembangunan, mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
Selain menguji kemampuan berdebat, peserta juga ditantang untuk menawarkan solusi inovatif yang dapat mendukung percepatan pencapaian 17 Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta, Dr. Hj. Listiana Sri Mulatsih, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.
"Tema Akselerasi 17 SDGs Menuju Indonesia Emas 2045 sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mahasiswa harus mampu memahami persoalan pembangunan secara komprehensif dan berani menghadirkan gagasan yang inovatif, solutif, serta berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Bung Hatta, Helmawati, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa lomba debat merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan realitas di lapangan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan ruang belajar yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memahami teori pembangunan, tetapi juga mampu menganalisis berbagai persoalan nyata serta menyampaikan solusi melalui argumentasi yang logis, sistematis, dan berbasis data," ungkapnya.
Ia menambahkan keberhasilan pencapaian SDGs tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda. Oleh karena itu, mahasiswa Ekonomi Pembangunan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, pengembangan inovasi, serta penyelesaian berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Melalui penyelenggaraan lomba debat ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Bung Hatta berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang mendorong lahirnya lulusan yang unggul, berintegritas, komunikatif, adaptif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan mengembangkan kompetensi critical thinking, communication, collaboration, creativity, dan problem solving sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan global serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pelaksanaan Lomba Debat Ekonomi Pembangunan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan kualitas soft skills mahasiswa dan partisipasi generasi muda dalam merumuskan solusi terhadap berbagai isu pembangunan berkelanjutan.