Fakultas
Prodi SP2K Universitas Bung Hatta Hadirkan Dosen UiTM Malaysia Bahas Marine Spatial Planning
Program Studi Sumber Daya Perairan, Pesisir, dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta kembali memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan kuliah internasional dengan menghadirkan dosen tamu dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, di Ruang Sidang I Gedung B Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Kampus Ulak Karang, Padang.
Dosen tamu internasional, Nurul Asyikin Ibrahim, yang merupakan dosen senior di Park and Amenity Management, School of Geomatics Science and Natural Resources, Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Selangor, Malaysia, menyampaikan materi mengenai Remote Sensing (Penginderaan Jauh) dan Geographic Information System (GIS).
Materi tersebut membahas penerapan teknologi geospasial dalam Marine Spatial Planning (MSP), pemantauan perubahan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, pengelolaan kawasan konservasi pesisir dan laut, pemetaan oseanografi, hingga pemantauan pola migrasi biota laut yang dilindungi. Pemanfaatan teknologi ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Ketua Program Studi Sumber Daya Perairan, Pesisir, dan Kelautan Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Prof. Junaidi, menjelaskan penguasaan teknologi GIS dan Remote Sensing menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan ekosistem laut.
"Teknologi GIS memungkinkan pemantauan secara cepat terhadap berbagai perubahan yang terjadi di wilayah laut, khususnya di Samudera Hindia. Data spasial yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, dan kawasan konservasi laut secara berkelanjutan," ujarnya.
Senada dengan itu, dosen Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., menyampaikan materi yang diberikan membuka wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan berbasis data.
Menurutnya, pemanfaatan Remote Sensing memungkinkan pengumpulan informasi mengenai kondisi permukaan bumi tanpa melakukan kontak langsung dengan objek yang diamati. Sementara itu, Geographic Information System (GIS) merupakan sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data geospasial sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan ruang laut dan pulau-pulau kecil.
Penerapan kedua teknologi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Life Below Water) dan Tujuan 17 (Partnerships for the Goals), sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui peningkatan kolaborasi internasional dan kualitas pembelajaran.
Kuliah internasional ini merupakan salah satu program unggulan Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan selama hampir satu dekade. Selain menghadirkan dosen tamu dari luar negeri setiap semester, program ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional antara Universitas Bung Hatta dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.
Sebagai tindak lanjut kolaborasi tersebut, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta dijadwalkan mengikuti Student Mobility Program ke Universiti Teknologi MARA Malaysia. Dalam program tersebut, mahasiswa akan mengikuti praktik GIS berbasis Artificial Intelligence (AI), mempelajari implementasi teknologi WebGIS, melakukan presentasi pada forum akademik internasional, serta merasakan secara langsung atmosfer pembelajaran di perguruan tinggi mitra.
Melalui program kuliah internasional ini, Universitas Bung Hatta terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global, menguasai teknologi geospasial modern, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan yang berkelanjutan di Indonesia maupun di tingkat internasional.