26 April 2016
Bunghatta.ac.id. Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Sastra Asia Timur Universitas Bung Hatta mengadakan Kuliah Umum Mudah Mencintai dan Mempelajari Kanji yang berlangsung di gedung perkuliahan Fakultas Ilmu Budaya Gedung 4 Blok B Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada 21 April 2016.

Kuliah umum ini menghadirkan Masamu Kamaga, Ph.D yang merupakan lulusan dari Chiba University dan saat sekarang ini berdomisili di Bandung dan menjadi Native Speaker di Maranatha Christian University Bandung.

Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Asia Timur G. Mursela Putri.S mengatakan Bahasa Jepang termasuk dalam sederet bahasa asing yang banyak dipelajari di Indonesia. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan hanya dengan mempelajari bahasa dari suatu negara, misalnya untuk kepentingan pendidikan, bisnis, wisata, dan hal-hal lain.

Dewasa ini Bahasa Jepang sudah semakin banyak digunakan, ditandai dengan munculnya beberapa program studi bahasa Jepang di Perguruan Tinggi, di Lembaga Informal (kursus), bahkan di Sekolah Menengah Umum

"Kegiatan ini memang sengaja dilaksanakan atas kerja sama dengan Masamu Kamaga sensei yang merupakan merupakan native speaker yang berwawasan luas dan sudah sering melaksanakan kuliah umum dan seminar baik itu di universitas maupun sekolah-sekolah yang mengajarkan pelajaran Bahasa Jepang. Semoga dengan kuliah umum ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para mahasiswa mengenai materi kanji," ujarnnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Asia Timur Dra. Dewi Kania Izamayanti, M.Hum menyampaikan kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam hal pembelajaran Kanji yang merupakan menjadi kendala dalam pembelajaran bahasa Jepang. "Harapan kami supaya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa Sastra Jepang ke depannya." Tuturnya.

Masamu Kamaga, Ph.D menjelaskan mengenai tips agar memahami kanji dengan mudah. Bahasa Jepang memiliki aturan gramatikal, cara baca dan cara menulis huruf bahasa Jepang. Bahasa Jepang memiliki 3 (tiga) huruf, yaitu Huruf Hiragana, Huruf Katakana, dan Huruf Kanji. Huruf Hiragana dan huruf Katakana dibuat oleh orang Jepang sendiri sedangkan huruf Kanji berasal dari Cina, kemudian mengalami perubahan cara baca dan cara penulisannya.

Menulis merupakan salah satu aspek ketrampilan dalam berbahasa. Dalam tujuan pembelajaran bahasa Jepang aspek keterampilan menulis merupakan faktor yang sangat penting yang bersinergi dengan aspek ketrampilan membaca.

"Salah satu kendala mahasiswa Sastra Jepang saat sekarang ini ialah dalam pembelajaran Kanji ( Hyouki ), karena jumlah kanji di Jepang saat ini sebanyak lebih kurang 50.000 kanji, sehingga sulit bagi mahasiswa untuk menghafalnya dan paradigma mahasiswa terhadap pelajaran kanji pun menjadi buruk," sebutnya. (**Ubay-Humas UBH)

Dilihat 317 kali

Navigation

Social Media